Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transfer Barcelona Gagal, Julian Alvarez Malah Cemberut di Foto Resmi Atletico
Advertisement . Scroll to see content

Superkomputer Prediksi Juara Liga Champions 2026/2027: Arsenal Ungguli PSG dan Real Madrid

Selasa, 08 September 2026 - 19:18:00 WIB
Superkomputer Prediksi Juara Liga Champions 2026/2027: Arsenal Ungguli PSG dan Real Madrid
Superkomputer Opta menjagokan Arsenal sebagai favorit juara Liga Champions 2026 (Foto: The Guardian)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Arsenal menjadi favorit utama juara Liga Champions musim ini menurut prediksi superkomputer Opta. Sementara juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) justru hanya menempati posisi kelima.

PSG datang ke kompetisi musim ini dengan status juara dua edisi terakhir. Klub asal Prancis tersebut mencatat sejarah sebagai tim kedua setelah Real Madrid yang mampu meraih gelar Liga Champions secara beruntun pada era Liga Champions.

Pada final musim lalu, PSG berhasil mengalahkan Arsenal untuk mengangkat trofi. Luis Enrique membawa timnya melewati Arsenal melalui drama adu penalti di Budapest setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Namun, status sebagai juara bertahan dua kali tidak membuat PSG menjadi unggulan utama musim ini. Berdasarkan 10.000 simulasi yang dilakukan superkomputer Opta, PSG hanya memiliki peluang 7,1 persen untuk kembali menjadi juara dan mencetak tiga gelar beruntun.

Prediksi tersebut muncul ketika PSG justru menjalani awal musim yang sulit. Mereka kalah dari Lens di Piala Super Prancis, kemudian bermain imbang melawan Rennes dan Lille di Ligue 1.

Situasi PSG semakin berat setelah tim asuhan Luis Enrique menelan kekalahan 1-2 dari Monaco pada akhir pekan. Rangkaian hasil tersebut membuat awal musim PSG menjadi yang terburuk dalam 19 tahun.

Arsenal Jadi Favorit Utama

Berbeda dengan PSG, Arsenal justru muncul sebagai tim dengan peluang terbesar untuk mengangkat trofi Liga Champions. Simulasi superkomputer menempatkan tim asuhan Mikel Arteta di posisi pertama dengan peluang juara mencapai 20,9 persen.

Arsenal diprediksi memiliki peluang 50 persen untuk mencapai semifinal. Peluang mereka menembus final juga cukup tinggi, yakni 34,8 persen.

Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Arsenal akan mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar Liga Champions. Klub London tersebut sudah dua kali menjadi runner-up kompetisi, termasuk pada musim lalu dan final 2006.

Bayern Munich berada sangat dekat dengan Arsenal dalam daftar favorit. Juara Jerman tersebut memiliki peluang 19,4 persen untuk memenangkan Liga Champions dan mengakhiri penantian sejak terakhir kali menjadi juara pada 2020.

Manchester City menempati posisi ketiga dengan peluang 12,3 persen. Musim ini menjadi periode pertama City di bawah kepemimpinan Enzo Maresca dalam persaingan Liga Champions.

Barcelona berada di peringkat keempat dengan peluang 8,2 persen. Klub asal Spanyol tersebut terakhir kali tampil di final pada 2015 sekaligus meraih gelar kelima mereka.

Setelah itu, PSG berada di urutan kelima dengan peluang 7,1 persen. Liverpool menempati posisi keenam dengan 6,1 persen, sekaligus menjalani musim pertama Andoni Iraola di Liga Champions bersama klub tersebut.

Real Madrid Justru Terpuruk

Kejutan lain muncul dari posisi Real Madrid. Pemegang rekor gelar Liga Champions tersebut hanya berada di urutan ketujuh dalam daftar prediksi superkomputer, dengan peluang juara sebesar 4,4 persen.

Real Madrid berada tidak terlalu jauh di atas Manchester United. Klub asal Inggris tersebut hanya diberikan peluang 3,8 persen untuk menjadi juara dalam comeback mereka ke kompetisi elite Eropa.

Dua posisi terakhir dalam 10 besar ditempati Inter Milan dan Aston Villa. Inter merupakan runner-up Liga Champions 2025, sedangkan Aston Villa masuk daftar setelah menjadi juara Liga Europa.

Hasil simulasi ini membuat persaingan Liga Champions musim ini semakin menarik. Arsenal menjadi kandidat terkuat meski belum pernah menjuarai kompetisi tersebut, sedangkan PSG yang berstatus juara bertahan dua kali justru berada jauh di belakang.

Prediksi Opta tersebut didasarkan pada 10.000 simulasi musim Liga Champions. Angka tersebut menjadi gambaran awal mengenai kekuatan para kandidat, bukan jaminan hasil akhir kompetisi.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut