Taktik Carrick Disorot usai MU Ditahan Tottenham, 2 Pemain Kena Semprot
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Tottenham Hotspur setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (11/10/2026) malam WIB. Hasil di Old Trafford ini kembali menyoroti persoalan lini tengah Michael Carrick, sementara penampilan Carlos Baleba pada debutnya bersama Setan Merah memberikan opsi baru untuk memperbaiki performa tim.
Manchester United sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan setelah Bryan Mbeumo mencetak gol pada menit ke-73. Namun, Tottenham yang bermain dengan 10 pemain mampu menyamakan kedudukan melalui Dominic Solanke pada menit kedua waktu tambahan.
Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi tuan rumah. Manchester United kesulitan mengembangkan permainan, bahkan harus menghadapi tekanan besar Tottenham sepanjang babak pertama. Penampilan yang kurang meyakinkan membuat Carrick kembali mendapat sorotan, terutama dalam menentukan komposisi gelandang.
Statistik peluang pada paruh pertama memperlihatkan perbedaan performa kedua tim. Manchester United hanya mencatat nilai peluang gol yang diharapkan atau expected goals (xG) sebesar 0,05, sedangkan Tottenham mencapai 0,95. Angka tersebut menunjukkan dominasi peluang tim tamu sebelum turun minum.
Persoalan Manchester United kembali mengarah pada keputusan Carrick memainkan Youri Tielemans dan Kobbie Mainoo secara bersamaan. Untuk kelima kalinya secara beruntun di Liga Inggris, dia menurunkan kedua pemain tersebut sebagai pasangan gelandang bertahan.
Tielemans dan Mainoo memiliki kemampuan menguasai bola serta mengirimkan umpan ke depan. Namun, kombinasi keduanya dinilai belum memberikan energi dan agresivitas yang cukup untuk menghadapi intensitas permainan Liga Inggris.
Lini tengah Manchester United kesulitan menghadapi trio Tottenham yang terdiri atas Conor Gallagher, Sandro Tonali, dan Lucas Bergvall. Ketiganya mampu memberikan tekanan, sementara minimnya agresivitas Bruno Fernandes ketika tim kehilangan bola turut membuka ruang bagi lawan untuk bergerak maju.
Sejumlah pendukung Manchester United pun meminta Carrick menghentikan eksperimen memainkan Tielemans dan Mainoo bersama-sama. Salah satu penggemar menilai kombinasi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal dalam jangka panjang.
"Saya sudah cukup melihatnya. Mainoo dan Tielemans tidak akan berhasil dalam jangka panjang," tulis seorang pendukung dikutip dari Sport Bible.
Penggemar lainnya menyoroti peran Tielemans dalam persoalan permainan tanpa bola Manchester United.
"Saya tidak yakin seberapa besar masalah United saat tidak menguasai bola disebabkan oleh struktur permainan dan seberapa besar disebabkan oleh Youri Tielemans."
Kritik lain juga muncul terhadap kontribusi gelandang asal Belgia tersebut.
"Saya belum benar-benar memahami Tielemans. Dia seperti Christian Eriksen versi kedua, bukan? Pemain bagus, tetapi... biasa saja," tulis seorang pendukung lainnya.
Bahkan, seorang penggemar memberikan penilaian lebih keras terhadap duet tersebut. "Dia dan Mainoo bermain sepak bola seperti orang yang sedang mabuk dengan kaki seberat batu bata."
Di tengah kritik terhadap lini tengah, Carlos Baleba muncul sebagai salah satu pemain yang berpotensi memberikan solusi. Gelandang asal Kamerun itu menjalani debut bersama Manchester United setelah masuk menggantikan Tielemans pada menit ke-60.
Baleba baru bergabung dari Brighton pada bursa transfer musim panas dengan nilai transfer 70 juta poundsterling. Namun, cedera pergelangan kaki yang dialaminya sebelum bergabung membuat pemain berusia 22 tahun tersebut harus menunggu hingga setelah jeda internasional untuk tersedia bagi Carrick.
Dalam penampilan selama 31 menit melawan Tottenham, Baleba memperlihatkan sejumlah kualitas yang dibutuhkan Manchester United. Dia menunjukkan agresivitas dalam merebut kembali bola dan kemampuan melindungi lini pertahanan yang mulai menua.
Kontribusinya juga terlihat ketika menguasai bola. Baleba menyelesaikan 16 dari 18 umpan dengan tingkat akurasi 89 persen serta mencatatkan dua umpan kunci. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak kedua bersama pemain lain dalam pertandingan tersebut.
Statistik itu memberikan indikasi awal mengenai kemampuan Baleba membantu keseimbangan permainan Manchester United. Selain berkontribusi dalam distribusi bola, dia juga menawarkan kekuatan fisik dan kemampuan bertahan yang dinilai kurang terlihat ketika Tielemans dan Mainoo dimainkan bersama.
Penampilan tersebut membuka peluang bagi Baleba untuk tampil sebagai starter saat Manchester United menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan Liga Champions pada pertengahan pekan. Jika mampu mempertahankan kualitas bertahannya, dia berpeluang merebut tempat di susunan utama dan menggeser Tielemans.
Meski demikian, debut positif itu belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan Manchester United. Carrick masih harus menemukan komposisi lini tengah yang mampu menjaga penguasaan bola sekaligus memberikan perlindungan lebih baik kepada pertahanan.
Editor: Reynaldi Hermawan