Tamparan untuk MU! Prediksi Roy Keane soal 3 Pemain Jadi Kenyataan
MANCHESTER, iNews.id - Roy Keane terbukti memiliki penilaian tajam soal kebutuhan Manchester United setelah tiga pemain yang pernah dia bahas pada 2023 menjalani perjalanan karier berbeda: Mason Mount kesulitan bersinar di Old Trafford, sedangkan Harry Kane dan Declan Rice justru meraih kesuksesan besar.
Komentar mantan kapten Manchester United tersebut muncul menjelang berakhirnya musim 2022/2023. Saat itu, Manchester City asuhan Pep Guardiola baru saja merebut gelar juara Liga Inggris ketiga secara beruntun sebelum menuntaskan musim dengan raihan treble bersejarah.
Di sisi lain, Manchester United menjalani musim pertama yang cukup menjanjikan bersama Erik ten Hag. Setan Merah finis di peringkat ketiga Liga Inggris dan menjadi runner-up Piala FA setelah kalah dari Manchester City di partai final.
Ten Hag kemudian memperkuat skuad dengan mendatangkan sejumlah pemain, termasuk Antony dan Lisandro Martinez dari mantan klubnya, Ajax Amsterdam. Casemiro juga direkrut dari Real Madrid, sementara Tyrell Malacia dan Christian Eriksen ikut bergabung ke Old Trafford.
Meski sudah mengamankan tiket Liga Champions, Manchester United masih dikaitkan dengan sejumlah nama besar. Tiga pemain yang paling banyak dibicarakan saat itu adalah Mason Mount dari Chelsea, Harry Kane dari Tottenham Hotspur, serta gelandang West Ham United, Declan Rice.
Saat dimintai pendapat oleh Sky Sports, Keane menilai Manchester United membutuhkan penyerang kelas dunia. Dia secara khusus menyebut Kane sebagai pemain yang paling bisa membangkitkan antusiasme suporter.
“Mereka harus mendapatkan penyerang kelas dunia, tetapi itu akan sulit karena City sangat hebat dengan manajer yang luar biasa,” kata Keane.
“Saya tidak terlalu yakin soal Mount.”
Keane tidak langsung yakin Mount bisa menjadi solusi untuk memperkecil kesenjangan Manchester United dengan rivalnya. Penilaian itu dia sampaikan setelah Micah Richards, sesama panelis Sky Sports, mempertanyakan pandangannya terhadap gelandang asal Inggris tersebut.
“Dia sedikit kehilangan performa terbaiknya. Saya tahu dia bisa bangkit dan memiliki kualitas, dan beberapa tahun lalu saya sangat memujinya,” ujar Keane.
“Dia seperti menghilang dalam satu atau dua tahun terakhir, mengalami satu atau dua cedera, dan fakta dia tidak bisa masuk ke tim Chelsea yang sedang buruk.”
“Saya tidak akan terlalu menggantungkan harapan kepadanya untuk meningkatkan kualitas United dan memperkecil kesenjangan. Menurut saya, dia pemain bagus, tetapi apakah dia akan membuat United lebih baik? Saya tidak terlalu yakin.”
Keane justru melihat Rice sebagai pemain yang lebih berpotensi meningkatkan kekuatan Manchester United. Namun, dia menilai Kane merupakan sosok yang paling dibutuhkan karena kemampuan mencetak golnya.
“Menurut saya, Rice akan memberikan dampak, dia akan menjadi perekrutan yang bagus. Namun, dalam hal antusiasme dan kemampuan mencetak gol, mereka harus mengejar Kane. Tetapi, apakah kalian bisa membayangkan Tottenham menjualnya kepada United? Itu sangat, sangat sulit,” tuturnya.
Lebih dari tiga tahun setelah pernyataan tersebut, penilaian Keane terhadap Mount terlihat relevan. Gelandang yang direkrut Manchester United dari Chelsea dengan biaya 55 juta poundsterling atau sekitar Rp1,34 triliun itu belum mampu menunjukkan performa konsisten.
Dalam 80 penampilan bersama Setan Merah, Mount baru mencatatkan delapan gol dan dua assist. Dia juga belum kembali mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Inggris sejak bergabung dengan klub tersebut.
Perjalanan Mount di Manchester United turut diwarnai hasil kompetisi yang naik turun. Klub itu finis di posisi kedelapan Liga Inggris 2023/2024, merosot ke peringkat ke-15 pada 2024/2025, sebelum menempati posisi ketiga pada 2025/2026. Mount hanya tampil dalam 23 pertandingan liga pada musim terakhir tersebut.
Berbanding terbalik dengan Mount, karier Rice terus menanjak setelah meninggalkan West Ham United. Dia lebih dulu mengantarkan klub tersebut menjuarai Liga Konferensi Eropa 2022/2023 sebelum pindah ke Arsenal pada musim panas 2023.
Arsenal mengeluarkan dana 105 juta poundsterling atau sekitar Rp2,56 triliun untuk merekrut gelandang Timnas Inggris tersebut. Investasi besar itu terbukti memberikan hasil karena Rice menjadi salah satu pemain penting dalam skuad asuhan Mikel Arteta.
Rice ikut membantu Arsenal menjuarai Liga Inggris 2025/2026 sekaligus mencapai final Liga Champions pada musim yang sama. Perannya di lini tengah membuat dia menjadi salah satu pemain andalan klub London Utara tersebut.
Di level internasional, Rice juga semakin sulit tergantikan di Timnas Inggris. Dia menjadi bagian penting tim yang mencapai dua final Piala Eropa pada 2021 dan 2024, serta perempat final Piala Dunia 2022. Inggris kemudian mengakhiri Piala Dunia 2026 di posisi ketiga.
Prestasi individu Rice juga terus bertambah. Dia dua kali meraih penghargaan Pemain Terbaik Arsenal kategori putra untuk musim 2024/2025 dan 2025/2026. Dia juga mendapatkan penghargaan Gol Terbaik Arsenal musim 2024/2025.
Selain itu, Rice terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra versi Football Supporters' Association pada 2024 dan Pemain Terbaik Liga Inggris dalam ajang London Football Awards 2024.
Gelandang berusia 27 tahun tersebut juga masuk Tim Terbaik Liga Inggris selama tiga musim beruntun, yakni 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Namanya turut tercantum dalam Tim Terbaik Liga Champions untuk dua musim terakhir, 2024/2025 dan 2025/2026.
Sementara itu, keputusan Kane meninggalkan Tottenham Hotspur dan bergabung dengan Bayern Munchen pada 2023 juga terbukti menguntungkan. Penyerang Timnas Inggris tersebut memilih melanjutkan karier di Jerman setelah bertahun-tahun memperkuat klub London itu.
Musim pertamanya bersama Bayern memang belum menghasilkan trofi. Meski Kane mencetak 36 gol dalam 32 pertandingan, Bayern gagal menjuarai Bundesliga 2023/2024 setelah gelar tersebut direbut Bayer Leverkusen.
Namun, situasi berubah pada musim-musim berikutnya. Kane membantu Bayern meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun serta trofi DFB-Pokal 2025/2026.
Kesuksesan Kane tidak hanya terlihat dari raihan trofi bersama klub. Pada 2026, penyerang berusia 33 tahun itu juga memenangkan Ballon d'Or setelah mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal. Penghargaan tersebut semakin mengukuhkan posisinya di jajaran pemain terbaik dunia.
Kini, perjalanan karier Mount, Rice, dan Kane memperlihatkan perbedaan yang mencolok sejak Keane menyampaikan pendapatnya pada 2023. Mount masih berjuang menemukan konsistensi, sementara Rice dan Kane justru mengoleksi gelar serta penghargaan bergengsi.
Menurut penilaian Transfermarkt, nilai pasar Rice dan Kane jika digabungkan mencapai 150 juta poundsterling atau sekitar Rp3,65 triliun. Perkembangan tersebut membuat komentar Keane mengenai dua pemain itu semakin menarik untuk dilihat kembali.
Editor: Reynaldi Hermawan