Terinspirasi Inzaghi, SDN Pondok Kacang Timur 04 Rajai MLSC Jakarta Jaya 2026
JAKARTA, iNews.id – SDN Pondok Kacang Timur 04 dan SDN Cakung Barat 05 sukses merebut gelar juara MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 setelah memenangi partai final di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (25/10/2026). SDN Pondok Kacang Timur 04 menang 4-2 atas SDN Penjaringan 06 di KU 12, sedangkan SDN Cakung Barat 05 menaklukkan SDN Cikini 01 dengan skor 3-2 di KU 10.
Dua pertandingan final tersebut menyajikan persaingan ketat hingga menit-menit akhir. SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal, sementara SDN Cakung Barat 05 mengandalkan ketajaman Azkaradipta Syafirna Yusuf yang mencetak tiga gol untuk memastikan gelar juara kelompok usia 10 tahun.
MilkLife Soccer Challenge merupakan turnamen sepak bola putri yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Regional Jakarta Jaya menjadi salah satu dari tiga kota baru penyelenggaraan kompetisi musim 2026-2027, selain Garut, Jawa Barat, dan Jayapura, Papua.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan pembentukan regional Jakarta Jaya bertujuan memperluas kesempatan bagi siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI), khususnya di Jakarta Utara dan daerah penyangganya, untuk mengikuti kompetisi sepak bola putri.
“Kami mendapat masukan dari tim Gubernur DKI Jakarta, bahwa Jakarta ini kan luas dan populasi siswi SD dan MI nya juga cukup banyak. Jadi kami membagi ke dua wilayah yakni regional Jakarta Raya untuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya serta regional Jakarta Jaya untuk wilayah Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya. Dengan demikian, kami berharap sepakbola putri di level usia dini dapat bertumbuh secara baik dan merata di ibukota,” tutur Teddy.
Antusiasme terhadap penyelenggaraan perdana Jakarta Jaya Seri 1 musim ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.600 siswi dari 112 sekolah. Mereka terbagi dalam 32 tim KU 10 dan 111 tim KU 12 yang mengikuti kompetisi tersebut.
Dari total peserta, sebanyak 67 tim atau sekitar 60 persen merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge. Angka ini menunjukkan jangkauan kompetisi semakin luas dalam menarik minat siswi untuk bermain sepak bola dan berani mencetak gol di lapangan.
“Dari total peserta ini, sekitar 60 persen (67 tim) merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge. Artinya, penyelenggaraan di Jakarta Jaya berhasil memantik dan menjangkau minat para peserta yang lebih luas. Kami berharap jumlah ini semakin meningkat pada gelaran MilkLife Soccer Challenge di Jakarta Jaya edisi-edisi selanjutnya,” Teddy menjelaskan.
Teddy juga menyoroti perkembangan kualitas pemain, termasuk peserta yang baru pertama kali mengikuti turnamen. Menurut dia, sekolah yang telah berpartisipasi pada edisi sebelumnya cenderung memiliki kualitas permainan lebih baik. Namun, peserta baru juga memperlihatkan semangat juang dan kemauan untuk berkembang.
“Secara kualitas memang terbagi dua. Untuk sekolah-sekolah yang sudah pernah ikut di MilkLife Soccer Challenge, pasti secara kualitas itu lebih baik. tapi yang menarik juga adalah sekolah yang baru pertama kali ikut serta, mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan berproses menjadi pesepakbola putri yang baik. Ini adalah sesuatu yang normal. Dengan adanya konsistensi dan komitmen jangka panjang dari kami di Djarum Foundation, perlahan mereka akan terus berkembang baik dari sisi teknik dan juga mental,” papar Teddy.
Final KU 12 mempertemukan SDN Pondok Kacang Timur 04 dengan SDN Penjaringan 06. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling mencetak gol sebelum SDN Pondok Kacang Timur 04 memastikan kemenangan 4-2.
SDN Penjaringan 06 membuka keunggulan melalui Aprilia Nur Mirzani yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Jillan Adzra Syawaluna. Keunggulan 1-0 tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin intens. SDN Pondok Kacang Timur 04 menyamakan kedudukan pada menit ke-18 melalui tendangan jarak jauh Bilqis Ainia Karimah selepas sepak mula. Namun, Jillan Adzra Syawaluna kembali membawa SDN Penjaringan 06 unggul lewat tendangan jarak jauh yang mengubah skor menjadi 2-1.
SDN Pondok Kacang Timur 04 tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Bilqis kembali mencetak gol melalui tendangan keras dari tengah lapangan sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Setelah kedudukan kembali imbang, SDN Pondok Kacang Timur 04 meningkatkan tekanan. Silviani Safira mencetak gol pada menit ke-23 dan ke-27 untuk membawa timnya unggul 4-2. Dua gol tersebut memastikan SDN Pondok Kacang Timur 04 menjadi juara KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027.
Pelatih SDN Pondok Kacang Timur 04, Ichsan Purwa Nanda Suhardi, mengaku puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Kemenangan tersebut menjadi hasil evaluasi setelah timnya hanya mencapai semifinal pada MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026-2027 di Cijantung pada September lalu.
“Alhamdulillah, sangat memuaskan karena ini hasil dari evaluasi turnamen MlikLife Soccer Challenge sebelumnya, ketika kami menjadi semifinalis di Cijantung. Dalam jeda waktu sekitar satu hingga dua bulan, evaluasi yang kami lakukan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dan terbukti hari ini kami bisa menjadi juara,” ujar Ichsan.
Salah satu keputusan penting Ichsan dalam pertandingan final adalah menempatkan Silviani Safira di lini depan. Strategi tersebut terinspirasi dari mantan striker tim nasional Italia, Filippo Inzaghi, yang dikenal dengan kemampuannya memanfaatkan peluang di area pertahanan lawan.
“Saya memberikan instruksi kepada Safira untuk memberikan gangguan kepada pemain bertahan dan kiper lawan di depan gawang. Hasilnya, ia bisa mencetak dua gol. Ini dilakukan karena saya terinspirasi dari Filippo Inzaghi. Bukan dia yang menghampiri bola, tetapi bola yang menghampiri dia,” katanya.
Ichsan menilai postur tubuh Safira yang relatif mungil justru menjadi keuntungan saat menghadapi pemain bertahan lawan. Penempatan tersebut bertujuan mengganggu konsentrasi pertahanan sekaligus membuka kesempatan bagi Safira untuk memanfaatkan bola di depan gawang.
“Kenapa dia harus di depan walaupun badannya kecil? Tujuannya untuk mendistraksi lawan. Karena badannya kecil, dia bisa memanfaatkan segala peluang yang ada. Kebetulan, dia juga yang terbaik di kelas tiga, bahkan mampu mengalahkan teman-temannya yang laki-laki,” tuturnya.
Safira menjalankan instruksi pelatih dengan menunggu di dekat penjaga gawang lawan. Dia mengaku mendapat perlawanan fisik dari pemain bertahan SDN Penjaringan 06, tetapi tetap berusaha mencari peluang hingga mampu mencetak dua gol penentu kemenangan.
“Saya disuruh coach tunggu di depan kiper, terus saya mendapatkan perlawanan karena didorong-dorong sama bek lawan. Terus saya body balik. Karena berjuang terus. Setiap di rumah saya latihan terus sama teman-teman main bola. Dengan kemenangan ini, saya ingin terus meningkatkan kemampuan bermain agar bisa menjadi pemain yang lebih baik. Cita-cita saya adalah menjadi pemain sepakbola seperti idola saya, Cristiano Ronaldo,” kata Safira.
Persaingan sengit juga terjadi pada final KU 10 yang mempertemukan SDN Cakung Barat 05 dengan SDN Cikini 01. SDN Cakung Barat 05 akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 3-2, dengan Azkaradipta Syafirna Yusuf menjadi pemain kunci berkat torehan tiga gol.
SDN Cikini 01 lebih dahulu unggul pada menit ketiga melalui Syifa Anggraeni Sahrudin. Gol tersebut tercipta setelah Syifa memanfaatkan kesalahan kiper SDN Cakung Barat 05, Keisha Anindita Zahra.
SDN Cakung Barat 05 kemudian menyamakan skor pada menit ke-12. Azkaradipta Syafirna Yusuf mencetak gol melalui tendangan kaki kiri yang gagal diantisipasi kiper SDN Cikini 01, Nafisah Zulaikha. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Azkaradipta kembali mencetak gol pada menit ke-16 setelah memanfaatkan kesalahan lini pertahanan lawan. Gol tersebut membuat SDN Cakung Barat 05 berbalik unggul 2-1.
Azkaradipta melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-24. Sontekannya mengubah skor menjadi 3-1 sekaligus mencatatkan hattrick dalam pertandingan final tersebut.
SDN Cikini 01 berusaha mengejar ketertinggalan dan memperkecil skor menjadi 2-3 melalui Feronica Tan Wijaya pada menit ke-28. Dia memanfaatkan kemelut di depan gawang SDN Cakung Barat 05 untuk menjaga peluang timnya menyamakan kedudukan.
Namun, SDN Cikini 01 gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Skor 3-2 memastikan SDN Cakung Barat 05 menjadi juara KU 10 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027.
Berikut daftar juara, pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penghargaan lainnya pada dua kategori usia.
Kategori Usia 10 (KU 10)
Juara: SDN Cakung Barat 05
Runner-up: SDN Cikini 01
Semifinalis: SDN Gedong 10 Pagi dan SDN Maphar 01
Pencetak gol terbanyak: Vallencia Ashalyna Prayoga – SDN Gedong 10 Pagi (31 gol)
Pemain terbaik: Azkaradipta Syafirna Yusuf – SDN Cakung Barat 05
Kiper terbaik: Keisha Anindita Zahra – SDN Cakung Barat 05
Tim fair play: SDN Duren Sawit 01
Kategori Usia 12 (KU 12)
Juara: SDN Pondok Kacang Timur 04
Runner-up: SDN Penjaringan 06
Semifinalis: SDN Utan Panjang 03 dan SDN Penggilingan 09
Pencetak gol terbanyak: Auliasyah Fadillah – SDN Petojo Utara 13 Pagi (25 gol)
Pemain terbaik: Dewi Nurjanah – SDN Penjaringan 06
Kiper terbaik: Shafina Damayanti – SDN Penjaringan 06
Tim fair play: SDN Cideng 04
Hasil final dan daftar penghargaan tersebut menutup MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 dengan dua juara berbeda di kelompok usia 10 dan 12 tahun. Selain menghadirkan persaingan kompetitif, turnamen ini juga menjadi wadah bagi siswi SD dan MI untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman bertanding, serta mental dalam sepak bola putri.
Editor: Reynaldi Hermawan