Terungkap, Fabio Cannavaro Paling Takut Ketemu Striker Satu Ini
ROMA, iNews.id - Legenda Italia Fabio Cannavaro mengakui ada satu striker yang paling ditakutinya sepanjang karier. Sosok itu adalah Ronaldo Luis Nazario.
Cannavaro salah satu bek terbaik sepanjang masa. Dia punya CV yang sangat mentereng.
Defender berpostur mungil ini mengawali karier di klub kota kelahirannya, Napoli. Namun namanya dikenal dunia saat berkostum Parma.
Di sana Cannavaro memainkan lebih dari 200 pertandingan. Dia menjadi rekan satu tim beberapa pemain beken seperti Juan Sebastian Veron, Hernan Crespo, Gianluigi Buffon, sebelum pindah ke Inter Milan, Juventus dan Real Madrid.
Mental Baja! Ibrahimovic Ajak Ribut Bek yang Bikin Ronaldo Mati Kutu

Selama menghiasai dunia si kulit bundar, Cannavaro menjuarai Piala UEFA, Coppa Italia, dua gelar Serie A yang kemudian dicabut karena Calciopoli, dua gelar La Liga dan Piala Dunia.
Apa Kabar Hendrawan? Pahlawan Indonesia di Piala Thomas 2002, Mimpi Buruk Malaysia
Dia menjadi kapten saat menjuarai Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia. Setelahnya Cannavaro mendapatkan Ballon dOr.
Liliyana Natsir Ulang Tahun ke-36, Ini Kabar Terbaru Peraih Emas Olimpiade Rio 2016
Banyak striker yang kewalahan menghadapi ketangguhannya di area pertahanan. Tapi ternyata ada satu yang bikin Cannavaro ciut nyali. Dia adalah Ronaldo.
“Ronaldo selalu, selalu satu-satunya pemain yang membuat saya takut," kata Cannavaro dikutip dari 90min, Kamis (9/9/2021).
Korban Tendangan Kungfu Syaiful Indra Kaget Disorot Media Asing: Harusnya yang Viral Hal Positif
"Dia adalah pemain dari generasi kita. Sang Fenomena," ujarnya.

Ronaldo pernah mencicipi karier di Italia bersama Inter Milan dan AC Milan. Saat itulah Cannavaro merasakan betapa hebatnya striker legendaris asal Brasil itu. Mereka juga berhadapan di level timnas.
Sepanjang kariernya Ronaldo memang kerap dihantui cedera. Meski demikian hal itu tak menghlangi Sang Fenomena menasbihkan diri sebagai penyerang terhebat sepanjang masa. Tak heran jika Cannavaro takut berhadapan dengannya.
Editor: Reynaldi Hermawan