Terungkap! Ini Alasan Sebenarnya Timnas Kamboja Mundur dari SEA Games 2025
BANGKOK, iNews.id - Keputusan mengejutkan datang dari Timnas Kamboja U-23 yang dipastikan tidak akan mengikuti cabang olahraga sepak bola di SEA Games 2025. Laporan media Vietnam, Viet Bao, mengungkap alasan utama di balik langkah drastis tersebut adalah masalah keamanan yang dianggap dapat membahayakan atlet dan ofisial Kamboja.
Menurut Viet Bao, keputusan ini diambil setelah Komite Olimpiade Kamboja (NOCC) mengirimkan dokumen resmi kepada Komite Penyelenggara SEA Games.
Tidak hanya sepak bola, sejumlah cabang olahraga lain juga ditinggalkan Kamboja, mulai dari judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, wushu, hingga sepak takraw.
Dengan mundurnya beberapa cabor tersebut, Kamboja kini hanya berpartisipasi dalam 13 cabang olahraga, jauh lebih sedikit dari rencana awal sebanyak 21 cabor.
Alasan pengunduran diri ini ditegaskan dalam laporan Viet Bao:
“Alasan Kamboja mengumumkan pengunduran diri dari ajang-ajang tersebut karena masalah keamanan dan upaya untuk melindungi keselamatan atlet dan ofisial.”
Media tersebut juga menulis, “Namun, Kamboja menegaskan akan tetap mengirimkan sejumlah delegasi dan berharap semua pihak dapat memahami situasinya.”
Keputusan ini tidak lepas dari situasi geopolitik yang memanas. Hubungan antara Kamboja dan Thailand tengah mengalami ketegangan akibat konflik di wilayah perbatasan.
Kondisi tersebut membuat Kamboja menilai risiko keselamatan terlalu tinggi bila memaksakan kehadiran atlet dalam jumlah besar, khususnya di cabang sepak bola yang memiliki intensitas tinggi dan melibatkan massa besar.
Mundurnya Kamboja dari cabor sepak bola menciptakan ketidakseimbangan dalam penyusunan grup, membuka peluang besar terjadinya pengundian ulang.
Komposisi sementara fase grup tercatat sebagai berikut:
Grup A: Thailand, Timor Leste
Grup B: Vietnam, Malaysia, Laos
Grup C: Indonesia, Myanmar, Filipina, dan Singapura
Kondisi timpang ini kemungkinan besar membuat panitia perlu meninjau ulang format grup demi menjaga fair play dan kompetisi yang seimbang.
Editor: Reynaldi Hermawan