Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Kane Menang Ballon d’Or 2026 dengan Selisih Tipis, Mbappe Sempat Memimpin
Advertisement . Scroll to see content

Thierry Henry Dikecam usai Sindir Lamine Yamal di Panggung Ballon d’Or 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00:00 WIB
Thierry Henry Dikecam usai Sindir Lamine Yamal di Panggung Ballon d’Or 2026
Thierry Henry menuai kecaman setelah menyindir Lamine Yamal saat menyerahkan penghargaan pemain muda di Ballon d’Or 2026 (Foto: NDTV)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id – Thierry Henry menuai kecaman setelah melontarkan candaan kepada Lamine Yamal saat menyerahkan penghargaan Pemain Muda Terbaik 2026 di acara Ballon d’Or di London. Komentar legenda Arsenal dan Barcelona tersebut dinilai sejumlah penggemar tidak pantas karena menyinggung kegagalan Yamal meraih trofi Ballon d’Or utama.

Momen itu terjadi di London Palladium Theatre ketika para bintang sepak bola dunia menghadiri malam penghargaan paling bergengsi dalam olahraga tersebut. Harry Kane keluar sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 setelah mengalahkan Kylian Mbappe dan Yamal dalam persaingan musim 2025-2026.

Kane tampil luar biasa bersama Bayern Munich dan Timnas Inggris. Dia membantu Bayern meraih dua gelar domestik sekaligus mengantar Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia.

Yamal memang gagal membawa pulang trofi utama, tetapi dia tetap meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menang pada 2024 dan 2025. Henry, mantan penyerang Barcelona dan Arsenal, mendapat tugas menyerahkan penghargaan tersebut bersama Kate Scott.

Sebelum insiden itu menjadi perbincangan, Yamal justru mendapat pujian karena menunjukkan sikap rendah hati. Saat berada di atas panggung, pemain Barcelona tersebut menyebut rekan setimnya, Pau Cubarsí, lebih pantas menerima penghargaan pemain muda tahun ini.

Namun, suasana berubah menjadi bahan perdebatan setelah Henry melontarkan pertanyaan bernada candaan kepada pemain berusia 19 tahun tersebut.

“Ini yang ketiga untukmu, kan? Tetapi apakah ini penghargaan yang benar-benar ingin kamu menangkan?” ujar Henry.

Yamal tertawa sebelum menjawab singkat, “Tidak.” Jawaban itu disambut gelak tawa sejumlah orang yang hadir, termasuk Presiden Barcelona Joan Laporta.

Candaan tersebut kemudian memicu reaksi keras di media sosial. Sejumlah penggemar menilai Henry tidak seharusnya mengungkit kegagalan Yamal meraih Ballon d’Or utama ketika sang pemain baru saja menerima penghargaan lain di atas panggung.

Penggemar Sebut Candaan Henry Tidak Pantas

Salah satu pengguna media sosial mengkritik Henry dan menilai pertanyaan tersebut tidak menghormati Yamal.

“Thierry Henry tidak akan pernah mendapat pekerjaan sebagai pembawa acara lagi. Pertanyaan itu memalukan untuk ditanyakan kepada Yamal. Benar-benar tidak menghormati,” tulis seorang penggemar.

Komentar lain bahkan menilai tindakan Henry sebagai bentuk penghinaan terbuka terhadap pemain muda yang sudah dua kali masuk posisi tiga besar Ballon d’Or.

“Bayangkan seorang pria dewasa mempermalukan pemain berusia 19 tahun di depan publik, padahal dia sudah finis di posisi kedua dan ketiga Ballon d’Or. Kesombongan, kepahitan, dan kurangnya sikap berkelas itu benar-benar menjijikkan. Yamal yang tetap tersenyum menghadapi omong kosong itu menunjukkan kedewasaan yang bahkan tidak bisa dibayangkan Henry,” tulis penggemar lainnya.

Kritik serupa disampaikan pengguna media sosial yang menilai candaan tersebut tidak diperlukan. Menurut dia, Yamal baru saja menerima penghargaan pemain muda dan kemungkinan masih kecewa karena gagal membawa pulang trofi utama.

“Candaan Thierry Henry kepada Lamine Yamal tidak diperlukan. Dia baru saja menerima penghargaan pemain muda lainnya dan jelas kecewa soal Ballon d’Or, jadi pertanyaan, ‘Apakah ini penghargaan yang kamu inginkan malam ini?’ terasa seperti mengungkit kekecewaannya. Lamine tetap menanganinya dengan sempurna dan langsung mengalihkan perhatian kepada Cubarsí,” tulis pengguna tersebut.

Sementara itu, penggemar lain memberikan komentar lebih singkat mengenai cara Henry menyampaikan candaan tersebut.

“Henry memang kejam. Dia menyentuh bagian yang paling menyakitkan bagi Yamal,” tulis seorang pengguna media sosial.

Meski demikian, reaksi Yamal di atas panggung juga mendapat perhatian. Alih-alih memperpanjang pembicaraan mengenai kegagalannya meraih Ballon d’Or utama, dia kembali mengarahkan perhatian kepada Cubarsí, rekan setimnya di Barcelona sekaligus Timnas Spanyol.

Yamal Sebut Cubarsí Lebih Pantas Menerima Penghargaan

Dalam pidatonya, Yamal menjelaskan alasan dia menilai Cubarsí layak mendapatkan penghargaan tersebut. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Barcelona dan Timnas Spanyol atas dukungan yang diberikan sepanjang kariernya.

“Saya ingin melihat rekan setim saya, [Pau] Cubarsí, berada di sini karena menurut saya penghargaan ini seharusnya diberikan kepadanya,” ujar Yamal.

“Dia sudah bermain pada level yang sangat baik selama beberapa waktu. Ini tahun ketiga saya berada di atas panggung untuk menerima penghargaan ini. Saya ingin berterima kasih kepada klub dan tim nasional saya.”

Yamal kemudian kembali menegaskan pandangannya mengenai sosok yang menurutnya pantas menjadi pemenang tahun ini.

“Secara khusus untuk penghargaan yang satu ini, seharusnya penghargaan ini diberikan kepada Cubarsí,” tuturnya.

Sikap Yamal yang memberikan penghormatan kepada rekannya menjadi salah satu sorotan dalam malam penghargaan tersebut. Di tengah perdebatan mengenai candaan Henry, pemain muda Barcelona itu memilih menonjolkan kontribusi Cubarsí daripada berlama-lama membahas kegagalannya meraih trofi utama.

Selain Yamal yang finis di posisi ketiga Ballon d’Or, dua pemain Spanyol lainnya juga masuk 10 besar. Rodri menempati peringkat keempat, sedangkan Fabián Ruiz berada di posisi kesepuluh.

Timnas Spanyol sendiri menjalani malam penghargaan yang sukses setelah menjuarai Piala Dunia. Pelatih Luis de la Fuente turut membawa pulang penghargaan pelatih terbaik dunia, melengkapi pencapaian para pemain Spanyol dalam daftar penerima penghargaan.

Meski demikian, perhatian publik juga tertuju pada pertukaran komentar antara Henry dan Yamal. Candaan singkat di atas panggung itu berkembang menjadi perdebatan mengenai batas humor dalam acara penghargaan, terutama ketika ditujukan kepada pemain muda yang baru saja kehilangan kesempatan meraih trofi utama.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut