Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Dapat Lampu Hijau FIFA, SUGBK dan Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Indonesia Babak Belur di Piala AFF 2026, PSSI Minta John Herdman Jangan Dihujat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00:00 WIB
Timnas Indonesia Babak Belur di Piala AFF 2026, PSSI Minta John Herdman Jangan Dihujat
PSSI meminta suporter mengkritik federasi tanpa menghujat pemain dan pelatih. (Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah gagal menembus semifinal. PSSI meminta publik tidak melampiaskan kekecewaan dengan menghujat pemain dan pelatih.

Timnas Indonesia mengakhiri perjalanan di ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil tersebut membuat Skuad Garuda finis di posisi ketiga.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memahami kekecewaan suporter setelah Timnas Indonesia kembali gagal melewati fase grup. Namun, dia meminta perjuangan para pemain tetap mendapatkan apresiasi.

"Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima,” kata Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, dikutip pada Senin (10/8/2026).

“Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," sambung pria asal Gorontalo, Sulawesi Selatan itu.

Menurut Yunus, kritik terhadap PSSI tetap menjadi bagian dari evaluasi karena federasi memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan Timnas Indonesia. Namun, dia menilai pemain dan pelatih tidak seharusnya menjadi sasaran hujatan setelah menjalani perjuangan di turnamen.

PSSI juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan Timnas Indonesia mencapai semifinal Piala AFF 2026. Yunus memastikan hasil tersebut akan dibahas melalui evaluasi internal federasi.

“PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” terang Yunus Nusi.

Yunus menjelaskan evaluasi bukan hanya dilakukan ketika Timnas Indonesia mengalami kegagalan. PSSI juga menjalankan evaluasi setelah tim meraih kemenangan maupun prestasi tertentu.

“Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia. Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelasnya.

Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia sebenarnya mengawali Piala AFF 2026 dengan meyakinkan. Skuad Garuda menang telak 5-1 atas Kamboja pada pertandingan pertama Grup A.

Momentum positif tersebut berlanjut ketika Indonesia menghadapi Timor Leste. Timnas Indonesia kembali meraih kemenangan dengan skor 3-0 dan membuka peluang besar untuk melaju ke babak semifinal.

Namun, performa Indonesia kemudian merosot saat menghadapi Vietnam. Skuad Garuda kalah telak 0-3 sehingga pertandingan terakhir melawan Singapura menjadi penentu nasib di Grup A.

Indonesia akhirnya hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Singapura. Hasil tersebut membuat Skuad Garuda mengoleksi tujuh poin dan harus puas menempati posisi ketiga Grup A.

Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura finis di posisi kedua dengan delapan poin. Kedua negara tersebut berhak melanjutkan perjuangan ke semifinal Piala AFF 2026.

Kegagalan ini juga membuat Timnas Indonesia kembali terhenti di fase grup untuk dua edisi Piala AFF secara beruntun. Situasi tersebut terasa mengecewakan karena Skuad Garuda sebelumnya masuk dalam daftar kandidat juara setelah diperkuat sejumlah pemain naturalisasi.

Indonesia pun masih harus menunggu lebih lama untuk meraih gelar Piala AFF. Sejak pertama kali tampil pada 1996, pencapaian terbaik Timnas Indonesia di turnamen tersebut hanya enam kali menjadi runner-up.

Kini, evaluasi PSSI menjadi sorotan setelah kegagalan di Piala AFF 2026. Di tengah tuntutan perbaikan prestasi, Yunus Nusi meminta publik tetap menjaga dukungan kepada pemain dan pelatih yang dinilai masih menjadi bagian penting dari masa depan Timnas Indonesia.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut