Timnas Indonesia Disebut Kehilangan Identitas, Sulit Bersaing dengan Vietnam
JAKARTA, iNews.id – Timnas Indonesia diprediksi menghadapi jalan terjal di Piala AFF 2026, terutama saat berhadapan dengan Timnas Vietnam yang disebut kembali menjadi lawan paling menyulitkan di Asia Tenggara.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A Piala AFF 2026 bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga playoff Brunei Darussalam melawan Timor Leste. Komposisi grup ini dinilai tidak ramah bagi Skuad Garuda sejak fase awal.
Mantan pelatih Persipura Jayapura Tony Ho menilai Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama Timnas Indonesia. Dia menyoroti tren negatif yang muncul setelah Shin Tae-yong tidak lagi menangani tim nasional.
“Indonesia berada di grup yang sulit pada edisi kali ini. Vietnam adalah lawan yang sangat tangguh. Sejak Shin Tae-yong meninggalkan kursi pelatih, Timnas Indonesia kesulitan untuk mengalahkan Vietnam,” kata Tony Ho, dikutip dari Soha, Rabu (21/1/2026).
Tony Ho menilai Timnas Indonesia kehilangan karakter permainan yang sebelumnya terbentuk di era Shin Tae-yong. Situasi ini berdampak langsung pada daya saing saat menghadapi tim-tim kuat ASEAN.
“Sejak Shin Tae-yong pergi, Timnas Indonesia kembali ke kondisi semula. Saya pikir akan sangat sulit bagi kita untuk mengalahkan Vietnam, bahkan Thailand. Jelas bahwa Timnas Indonesia telah kehilangan identitasnya,” tegasnya.
Menurut dia, Vietnam dan Thailand masih berada satu level di atas pesaing lain di kawasan. Tanpa fondasi permainan yang jelas, Timnas Indonesia dinilai rawan terpeleset meski memiliki materi pemain mumpuni.
Tony Ho juga menyinggung status Timnas Indonesia yang kerap dijagokan di setiap edisi Piala AFF. Kualitas skuad dinilai cukup untuk berbicara banyak, namun sejarah mencatat Skuad Garuda belum pernah meraih trofi juara.
“Meski hanya turnamen tingkat ASEAN, AFF Cup memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Yang mengejutkan, Timnas Indonesia yang dianggap sebagai salah satu kekuatan kawasan, belum pernah menjadi juara,” ujar Tony Ho.
Fakta tersebut menjadi tekanan tersendiri bagi Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026. Ekspektasi tinggi publik berbanding terbalik dengan catatan prestasi yang belum memuaskan.
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Turnamen tetap menggunakan format round robin di fase grup.
Setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang. Konsistensi di setiap laga menjadi kunci untuk lolos ke fase gugur di tengah persaingan ketat Grup A.
Editor: Abdul Haris