Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maarten Paes Terpukau Dukungan Garuda Fans di SUGBK, Minta Suporter Kembali Penuhi Stadion
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Indonesia Main Bertahan Vs Malaysia, Indra Sjafri Beri Nilai 6

Selasa, 29 September 2026 - 16:07:00 WIB
Timnas Indonesia Main Bertahan Vs Malaysia, Indra Sjafri Beri Nilai 6
Indra Sjafri memberi nilai 7,5 untuk mental Timnas Indonesia dan 6 untuk sistem permainan (Foto: iNews/Cikal Bintang)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indra Sjafri memberi nilai berbeda untuk Timnas Indonesia setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026. Mentalitas pemain mendapat nilai 7,5 sementara sistem permainan hanya 6.

Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah dalam pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Thom Haye diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Malaysia, Arif Aiman. Kehilangan satu pemain membuat Skuad Garuda lebih banyak berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Meski demikian, Timnas Indonesia mampu mempertahankan gawangnya hingga pertandingan berakhir. Malaysia gagal mencetak gol dan laga Derby Nusantara tersebut ditutup dengan skor 0-0.

Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari Indra Sjafri. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai para pemain menunjukkan mentalitas dan daya juang tinggi setelah harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit selama lebih dari 50 menit.

"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," kata Indra Sjafri dikutip dari rilis resmi PSSI, Selasa (29/9/2026).

Mental Dipuji, Sistem Masih Jadi Sorotan

Indra menilai kemampuan Timnas Indonesia menjaga gawang tetap aman setelah kehilangan Thom Haye merupakan pencapaian penting. Menurut dia, situasi tersebut memperlihatkan kekuatan mental para pemain.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," sambungnya.

Namun, apresiasi tersebut tidak membuat Indra menutup mata terhadap persoalan dalam permainan Timnas Indonesia. Dia memberikan nilai lebih rendah untuk sistem permainan karena Skuad Garuda dinilai terlalu banyak bertahan dan menumpuk pemain di area belakang.

"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," tambah mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

Menurut Indra, pendekatan bertahan memang diperlukan ketika sebuah tim kehilangan pemain. Karena itu, dia tetap memberikan apresiasi kepada John Herdman yang mampu mengatur tim hingga tidak kemasukan gol.

"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," tutur Indra.

Indra Minta Herdman Siapkan Solusi

Hasil melawan Malaysia sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Timnas Indonesia. Indra menilai Skuad Garuda masih perlu mengembangkan sistem permainan agar mampu menghadapi situasi berbeda pada pertandingan berikutnya.

Menurut dia, persoalan utama bukan hanya bagaimana tim bertahan ketika kehilangan pemain, tetapi juga bagaimana Indonesia tetap mampu keluar dari tekanan, membangun permainan dan melakukan pressing.

"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," papar Indra.

Indra menegaskan perjuangan para pemain dalam pertandingan melawan Malaysia tetap layak mendapat pujian. Namun, hasil imbang tanpa gol tersebut juga harus menjadi bahan pembelajaran bagi John Herdman dan anak asuhnya.

"Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," tandas pelatih pemegang lisensi AFC Pro itu.

Dengan hasil 0-0 tersebut, Timnas Indonesia masih harus menjalani pertandingan berikutnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Evaluasi terhadap sistem permainan menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperhatikan setelah Skuad Garuda mampu bertahan dalam kondisi bermain dengan 10 pemain.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut