Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rahasia Kebugaran Luka Modric di Usia 40 Tahun, Tetap Jadi Andalan Kroasia di Piala Dunia 2026
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Inggris Dihantam Badai Cedera, Dua Bek Diragukan Tampil Lawan Kongo 

Rabu, 01 Juli 2026 - 15:20:00 WIB
Timnas Inggris Dihantam Badai Cedera, Dua Bek Diragukan Tampil Lawan Kongo 
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (Foto: BBC)
Advertisement . Scroll to see content

ATLANTA, iNews.id Timnas Inggris dihantam badai cedera. The Three Lions krisis bek jelang laga melawan DR Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. 

Timnas Inggris harus menghadapi situasi tidak ideal saat bersiap melawan Kongo. Pelatih Thomas Tuchel masih dipusingkan kondisi Jarrel Quansah dan Reece James yang belum kembali ke latihan penuh.

Jarrel Quansah sebelumnya mengalami cedera engkel saat tampil sebagai bek kanan dalam kemenangan 2-0 atas Panama di New Jersey. Sementara Reece James absen karena masalah hamstring setelah laga melawan Ghana.

Kedua pemain tersebut bahkan tidak terlihat dalam sesi latihan pada Selasa sore di markas tim yang berada di Kansas City. Tentu, ini menambah kekhawatiran jelang pertandingan penting ini.


Tuchel Masih Tunggu Kondisi Pemain Kunci

Thomas Tuchel tetap memberi sinyal optimistis meski situasi belum sepenuhnya aman. Dia menyebut kondisi Quansah sedikit lebih baik dibandingkan Reece James, namun keduanya masih dalam tahap pemulihan.

“Dia semakin mendekati kondisi fit. Jarrel sedikit lebih cepat dibanding Reece. Persaingan sempat ketat untuk masuk skuad pertandingan kali ini. Kami harus memastikan ada lebih banyak pertandingan, itu fokus utama, lalu dia akan segera tersedia,” ujar Tuchel, dikutip dari Mirror.

Di sisi lain, Djed Spence dan Ezri Konsa kini bersaing ketat untuk posisi bek kanan. Namun jika Konsa dipilih, John Stones berpotensi kembali ke lini belakang bersama Marc Guehi di posisi bek tengah.

Kabar positif datang dari Bukayo Saka yang sudah siap kembali bermain setelah tampil sebagai starter di laga pembuka turnamen melawan Panama.

Tuchel juga mengonfirmasi keberadaan psikolog tim di dalam kamp Inggris. Namun, tim tidak menjalani latihan khusus penalti secara intensif. Meski begitu, urutan eksekutor penalti sudah disiapkan dan akan disesuaikan dengan pemain yang bertahan hingga perpanjangan waktu.

Sorotan makin tajam setelah dua raksasa Eropa, Jerman dan Belanda, tersingkir lewat adu penalti. Hasil itu menjadi peringatan keras bagi Inggris agar tidak meremehkan DR Kongo.

“Situasi ini bisa menenangkan kami. Ini soal detail kecil. Di Piala Dunia, semua tim sangat disiplin bertahan. Sulit membongkar pertahanan lawan. Ini membantu kami untuk tetap tenang dan menerima situasi,” kata Tuchel.

Jika berhasil melewati DR Kongo, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga Meksiko di babak 16 besar yang digelar di Mexico City.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut