Tinggalkan Persib, Angga Febryanto Gabung PS TNI
BANDUNG, iNews.id - Persib Bandung harus kehilangan salah satu pemain muda berbakatnya pada kompetisi 2018. Pemain yang dimaksud adalah penyerang, Angga Febryanto yang memutuskan bergabung dengan sesame klub Liga 1 PS TNI.
Angga merupakan pemain didikan diklat Persib dan sempat menjadi anggota tim nasional U-19. Bahkan semasa membela SAD di Uruguay, pemain berusia 22 tahun tersebut mampu membukukan 17 gol di ajang komeptisi U-17.
Namun di Persib, Angga kesulitan untuk menembus tim utama. Bercokolnya nama besar seperti Shohei Matsunaga, Ezechiel N’Douassel, Sergio van Dijk, bahkan Carlton Cole di lini depan, membuatnya kesulitan memberi pembuktian.
Sang pemain sendiri mengaku berat untuk meninggalkan klub yang telah membesarkannya, namun demi kesempatan berlaga, dia merasa hal itu harus dilakukannya.
“Berat dengan keputusan ini, tapi saya harus terus berusaha tampil dan mengasah diri dalam pertandingan. Mohon doanya, kemarin sudah tes bersama PS TNI, sekarang disuruh kumpul, belum tahu, tes lagi atau seperti apa,” ungkapnya seperti dilansir situs resmi klub.
Kepergian Angga rupanya membuat asisten pelatih Persib, Herrie Setiawan merasa sedih. Menurut mantan bek tangguh Maung Bandung itu, pemain kelahiran Surabaya tersebut memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di masa yang akan datang.
Meski mengaku sulit untuk menerima kepergian pemainnya itu, namun Herrie menegaskan tetap menghormati keputusan yang telah dibuat oleh Angga. “Susah juga karena itu pilihan,” ucap pria yang musim lalu berduet dengan Emral Abus dalam menangani Persib.
“Mungkin itu kehendak dia karena saya mau begini, dia maunya begitu. Tapi, yang jelas saya kembalikan ke pemain. Secara prospek, semoga dia ke depannya lebih bagus,” ungkap Herrie.
Angga sendiri telah berpamitan pada latihan perdana Persib, Rabu (13/12/2017). Di Liga 1 2017, sang pemain diberikan kesempatan dua kali bermain , yaitu ketika Persib menghadapi Persiba Balikpapan dan juga PS TNI. Saat itu, dia merupakan satu dari tujuh pemain Diklat yang promosi ke tim senior.
Editor: Haryo Jati Waseso