Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kim Sang-sik Murka! Taktik Vietnam Berantakan jelang Hadapi Timnas Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Titik Lemah Vietnam Terbongkar, Timnas Indonesia Punya Modal untuk Menang

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:00:00 WIB
Titik Lemah Vietnam Terbongkar, Timnas Indonesia Punya Modal untuk Menang
Lini tengah Vietnam tak berkutik dikunci para pemain Singapura pada laga Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (31/7/2026) malam. (Foto: Soha)
Advertisement . Scroll to see content

HANOI, iNews.id – Titik lemah Timnas Vietnam mulai terbongkar menjelang menghadapi Timnas Indonesia pada Grup A Piala AFF 2026. Keberhasilan Timnas Singapura menahan Vietnam 0-0 memberikan gambaran mengenai cara meredam permainan pasukan Kim Sang-sik.

Singapura memilih tidak terpancing untuk memainkan sepak bola terbuka. Mereka merapatkan barisan di area tengah dan membatasi ruang gerak dua pengatur permainan Vietnam, Nguyen Quang Hai dan Nguyen Hoang Duc.

Strategi tersebut membuat Vietnam tetap dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan mengirimkan umpan berbahaya kepada para pemain depan. Aliran serangan mereka lebih banyak bergerak ke samping tanpa menghasilkan ancaman nyata.

Ketika Quang Hai dan Hoang Duc menerima bola, pemain Singapura segera menutup jalur umpan ke depan. Koneksi kedua gelandang itu dengan trio penyerang Vietnam akhirnya terputus.

“Tim Singapura mengorbankan lini depan mereka untuk fokus pada pertahanan, terutama lini tengah, guna mengisolasi pemain-pemain terampil secara teknis dari tim Vietnam, seperti duet gelandang tengah Quang Hai dan Hoang Duc. Kami memiliki sangat sedikit koneksi yang baik dan nyaman dengan trio penyerang tersebut,” kata pengamat sepak bola Vietnam, VTV Tien Dung, dikutip Soha.


Indonesia Bisa Eksploitasi Lini Tengah Vietnam

Keberhasilan Singapura mengunci area tengah dapat menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia. Garuda perlu menjaga kepadatan antarlini dan tidak membiarkan Quang Hai serta Hoang Duc menguasai bola dengan bebas.

Kelemahan Vietnam semakin terlihat ketika pertandingan memasuki babak kedua. Quang Hai dan Hoang Duc mulai kelelahan setelah terus dipaksa bergerak mencari ruang.

Singapura kemudian berani menaikkan garis pertahanan dan menyerang melalui tengah. Vietnam yang sebelumnya dominan mulai kesulitan menjaga keseimbangan permainan.

“Di babak kedua, ketika pemain seperti Hoang Duc dan Quang Hai kelelahan dan Nakamura bekerja sangat baik di area lini tengah, di menit-menit terakhir kita melihat Singapura menyerang dengan berani melalui tengah dan menembus langsung ke posisi-posisi tersebut,” ujar Khac Cuong, komentator VTV lainnya.

Vietnam juga tidak memiliki gelandang bertahan murni dalam susunan pemain utama. Le Pham Thanh Long baru dimainkan pada menit ke-90+1 ketika pertandingan hampir berakhir.

Timnas Indonesia dapat memanfaatkan situasi tersebut dengan mempertahankan intensitas hingga babak kedua. Tekanan cepat setelah kehilangan bola juga dapat memaksa gelandang Vietnam melakukan kesalahan.

Garuda tetap harus mewaspadai kemampuan individu para pemain Vietnam. Namun, laga melawan Singapura menunjukkan tim asuhan Kim Sang-sik dapat dibuat kehilangan kreativitas apabila lini tengah mereka dikunci.

Timnas Indonesia menghadapi Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Keuntungan bermain di kandang serta bocornya titik lemah lawan menjadi modal Garuda untuk mengejar kemenangan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut