Usai Dibantai Como, MU Dikabarkan Dekati Pelatih Jerman
MANCHESTER, iNews.id - Julian Nagelsmann muncul sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United setelah kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions, Rabu (21/10/2026) malam WIB.
Hasil buruk tersebut membuat masa depan Carrick semakin dipertanyakan. Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, bahkan secara terbuka mengkritik taktik timnya setelah kekalahan memalukan itu.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan di kursi pelatih. Sebelumnya, mantan pelatih Newcastle United, Eddie Howe, menjadi kandidat terdepan menurut sejumlah bandar taruhan. Namun, nama Nagelsmann kini dikabarkan ikut meramaikan persaingan untuk menangani Setan Merah.
Laporan talkSPORT menyebut Nagelsmann dan perwakilannya telah dihubungi secara informal untuk menjajaki kemungkinan menangani Manchester United. Meski belum ada kepastian mengenai penunjukan pelatih baru, kabar tersebut memperkuat spekulasi mengenai arah kebijakan klub jika INEOS memutuskan mengakhiri masa kerja Carrick.
Nagelsmann merupakan pelatih asal Jerman yang memiliki pengalaman menangani sejumlah klub besar Eropa. Dia mencuri perhatian ketika mengambil alih Hoffenheim pada 2018 dan tercatat sebagai pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga saat itu.
Usianya bahkan belum genap 40 tahun hingga Juli tahun depan. Meski relatif muda, Nagelsmann sudah memiliki pengalaman melatih RB Leipzig, Bayern Munchen, dan tim nasional Jerman.
Saat menangani RB Leipzig, Nagelsmann membawa klub tersebut finis di posisi kedua Bundesliga pada musim pertamanya. Pencapaian itu membuat reputasinya semakin diperhitungkan di sepak bola Jerman sebelum dia menerima tawaran melatih Bayern Munchen.
Bersama Bayern, Nagelsmann langsung meraih dua trofi pada musim debutnya, termasuk gelar Bundesliga. Namun, perjalanan pada musim 2022-2023 tidak berjalan sesuai harapan. Manajemen Bayern akhirnya memecatnya sebelum kompetisi musim tersebut berakhir.
Nagelsmann kemudian dipercaya menangani tim nasional Jerman. Di bawah kepemimpinannya, Jerman mencapai perempat final Piala Eropa 2024 yang digelar di kandang sendiri.
Akan tetapi, perjalanan Jerman di Piala Dunia musim panas tahun ini berakhir setelah kalah melalui adu penalti melawan Paraguay pada babak 32 besar. Kekalahan tersebut disebut menjadi faktor yang membuat Nagelsmann kehilangan jabatannya sebagai pelatih tim nasional.
Menurut laporan yang beredar, Nagelsmann memiliki pendukung di kalangan petinggi Manchester United. Namanya bahkan disebut sudah masuk pertimbangan serius sebelum Carrick ditunjuk sebagai pelatih permanen.
Selain Nagelsmann, pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, juga dikabarkan masuk dalam daftar sosok yang disukai manajemen MU. Namun, merekrut Hurzeler diperkirakan lebih sulit karena dia masih terikat pekerjaan dengan Brighton, klub yang sedang tampil kompetitif.
Sementara itu, Antonio Conte disebut siap mengambil alih Manchester United apabila mendapat tawaran. Meski demikian, laporan tersebut menyebut belum ada komunikasi yang dilakukan dengan pelatih asal Italia itu.
Di tengah spekulasi mengenai calon penggantinya, Carrick menunjukkan reaksinya setelah Manchester United kalah 1-4 dari Como. Seusai pertandingan di Stadion Giuseppe Sinigaglia, dia terlebih dahulu menghampiri area bangku cadangan lawan untuk berjabat tangan dengan pelatih Como, Cesc Fabregas.
Setelah itu, Carrick berjalan menuju tribun suporter tandang Manchester United yang hadir di wilayah Lombardy, Italia. Dia menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan tersebut.
Dalam wawancara dengan TNT Sports setelah laga, Carrick menegaskan besarnya kepedulian dia terhadap suporter Manchester United.
"Saya sangat peduli kepada para pendukung. Mereka adalah jantung dari klub sepak bola ini dan akan selalu begitu."
Carrick juga mengungkapkan penyesalannya karena para pendukung harus menyaksikan penampilan buruk tim kesayangan mereka secara langsung.
"Bagi mereka yang telah melakukan perjalanan... saya harus meminta maaf atas penampilan tim. Saya benar-benar memahami perasaan mereka karena harus menyaksikan penampilan seperti itu. Tidak ada alasan sama sekali. Ini tidak bisa diterima."
Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah kekalahan dari Como memperbesar tekanan terhadap Carrick. Hasil pertandingan dan kritik Fernandes terhadap taktik tim menambah pertanyaan mengenai kemampuan Manchester United untuk bangkit di bawah kepemimpinannya.
Meski demikian, kabar mengenai Nagelsmann, Hurzeler, dan Conte masih sebatas laporan mengenai kandidat potensial. Belum ada pengumuman resmi mengenai keputusan INEOS untuk mengganti Carrick ataupun penunjukan pelatih baru di Old Trafford.
Editor: Reynaldi Hermawan