Wasit Ditinju Presiden Klub di Turki, Begini Kondisi Terbaru sang Pengadil
ANKARA, iNews.id – Wasit di Turki Halil Umut Meler ditinju Presiden Klub Ankaragucu, Faruk Kocasebuah, Senin (11/12/2023). Kondisi terbaru sang pengadil jadi perbincangan pencinta sepak bola.
Momen ini terjadi saat Ankaragucu melawan Rizespor dalam ajang Super Lig. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Eryaman, Ankara, itu berakhir imbang 1-1.
Koca yang menonton langsung pertandingan murka di menit-menit akhir saat Rizespor menyamakan kedudukan menit ke-97. Dia masuk ke lapangan dan meninju wasit tepat di wajah.

Justin Hubner Beri Kabar Baik soal Perpindahan Federasi, Siap Mentas di Piala Asia 2023
Akibatnya Meler tersungkur di rumput. Dikutip dari BBC, dia menderita luka dan patah tulang ringan dan harus mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
Kejadian ini menghebohkan sepak bola Turki. Federasi Sepak Bola Turki langsung bertindak tegas dengan menangguhkan semua liga.
Cristiano Ronaldo Cetak Gol ke-50 di 2023, Al Nassr ke Semifinal Piala Raja
“Federasi Sepak Bola Turki telah memutuskan untuk menangguhkan semua pertandingan di semua liga tanpa batas waktu,” tulis TFF di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
“Klub terkait, ketua klub, pejabat klub dan semua pihak yang bersalah menyerang wasit Umut Meler akan dihukum seberat-beratnya,” kicau federasi itu lagi.
BWF Awards 2023: Wakil Korea Selatan Sabet Atlet Putra dan Putri Terbaik, Duo China Rebut Gelar Pasangan Paling Berkembang
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya mengatakan, perintah penahanan telah dikeluarkan untuk Koca. Dia menambahkan, dua orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan atas insiden tersebut.
Ini Pesan Penting Rionny Mainaky ke Anthony Ginting Cs di BWF World Tour Finals 2023
“Sepak bola Turki mendapat pukulan yang memalukan malam ini. Semua orang yang terlibat dalam insiden ini akan menanggung akibatnya,” kata Ketua TFF Mehmet Buyukeksi.
Meler menjadi wasit FIFA sejak 2017. Pria berusia 37 tahun itu sebelumnya juga memimpin pertandingan grup Liga Champions antara Lazio dengan Celtic pada 28 November.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merespons peristiwa memalukan bagi sepak bola Turki itu.
“Olahraga berarti perdamaian dan persaudaraan. Olahraga tidak sejalan dengan kekerasan. Kami tidak akan pernah membiarkan kekerasan terjadi dalam olahraga Turki,” tulis Erdogan di X.
Editor: Reynaldi Hermawan