Wembley Selangkah Lagi Jadi Milik Konglomerat AS-Pakistan

Reynaldi Hermawan ยท Jumat, 28 September 2018 - 08:29:00 WIB
Wembley Selangkah Lagi Jadi Milik Konglomerat AS-Pakistan
Stadion Wembley akan segera berganti kepemilikan. (Foto: ramboll.co.uk)

LONDON, iNews.id – Jajaran direksi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sepakat menjual Stadion Wembley ke konglomerat Pakistan berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) Shahid Khan. Stadion kebanggaan masyarakat London itu dijual 600 juta poundsterling (Rp11,8 triliun). 
 
Perwakilan dewan FA sudah mendapat suara bulat untuk melepas Wembley pada rapat yang digelar, Kamis (27/9/2018) waktu setempat. Kini proposal tersebut tinggal dipresentasikan ke seluruh dewan FA sebelum akhirnya diumumkan ke publik 11 Oktober mendatang. 
 
Juru bicara FA mengungkapkan saat ini pihaknya segera menyelesaikan proses jual beli dengan Khan. Uang hasil penjualan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembinaan sepak bola di Inggris. 
 
“Semua kebijakan itu bertujuan untuk membangun sepak bola Inggris. Kami akan mempresentasikan hasil rapat hari ini pada seluruh dewan untuk meminta masukan dari mereka,” kata seorang sumber dikutip Sky Sports
 
Khan sudah melobi FA untuk memberikan hak kepemilikan Wembley sejak April lalu. Dia mengungkapkan berniat membeli Wembley sebagai jembatan untuk memperkenalkan klub American Footbal miliknya yakni Jacksonville Jaguars di tanah Britania. Khan mengaku senang kini misinya tersebut sebentar lagi bakal terwujud. 
 
“Saya mengerti diskusi dewan FA harus dilakukan menyeluruh. Saya akan mengikuti semua prosedur mereka. Saya sudah melalui banyak proses dengan dewan FA hingga Walikota London. Kesepakatan itu akan membantu generasi sepak bola Inggris yang akan datang untuk berkembang,” ungkap Khan. 
 
Selain memegang saham Jaguras, Khan juga merupakan pemilik Fulham. Namun dia berjanji tidak akan memindahkan markas Fulham yang semula di Vraven Cottage ke Wembley. Selain itu, Khan tetap memperbolehkan timnas Inggris memakai stadion tersebut sebagai markas mereka.

Editor : Abdul Haris