Xabi Alonso Bongkar Penyebab Chelsea Kalah dari Tottenham, Joao Pedro Jadi Sorotan
LONDON, iNews.id - Chelsea kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur dalam derby London di Stamford Bridge, Sabtu (25/10/2026) malam WIB. Pelatih Xabi Alonso kecewa dengan hasil dan performa timnya, terutama karena The Blues kesulitan menciptakan peluang berbahaya sebelum harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain.
Cuaca basah dan berangin mewarnai duel kedua tim. Bermain di kandang sendiri, Chelsea gagal memanfaatkan keuntungan Stamford Bridge untuk mengamankan poin dari rival sekota mereka.
Kekalahan tersebut menjadi hasil mengecewakan bagi Alonso. Chelsea tidak mampu menunjukkan permainan terbaik, baik secara kolektif maupun individu. Sementara itu, Tottenham berhasil membawa pulang tiga poin dari markas The Blues.
Alonso menilai pertandingan berlangsung sulit bagi kedua tim. Dia mengakui Chelsea tidak cukup tajam dalam memanfaatkan kesempatan yang muncul sepanjang laga.
“Kami semua kecewa dengan hasil dan performa. Secara kolektif maupun individu, kami tidak berada di level terbaik. Gol pertama menjadi milik mereka dan saat bermain dengan 10 orang, hasilnya semakin menjauh dari kami,” kata Alonso dikutip dari Yahoo Sports.
Salah satu persoalan yang disoroti Alonso adalah minimnya peluang bersih. Chelsea dan Tottenham sama-sama tidak menciptakan banyak kesempatan, tetapi tim tamu mampu memaksimalkan situasi untuk mengamankan kemenangan.
“Jika berbicara tentang peluang, itulah hal utamanya. Mereka hanya memiliki sedikit peluang. Kami juga sedikit. Kami memiliki peluang bagus melalui Pedro. Saat jeda, kami berbicara tentang pentingnya bersabar dan bersikap dewasa karena mereka bagus dalam penguasaan bola dan kami tidak boleh kehilangan bentuk permainan. Skor 1-0 mengubah seluruh dinamika pertandingan,” ujar Alonso.
Chelsea memang kehilangan Joao Pedro yang mengalami masalah kebugaran. Absennya pemain tersebut membuat Alonso harus menyesuaikan susunan dan pendekatan permainan saat menghadapi Tottenham.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui Joao Pedro memiliki peran penting dalam tim. Namun, dia menegaskan situasi tersebut berada di luar kendali tim dan menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.
“[Joao] Pedro penting bagi kami, tetapi inilah situasinya. Kami tidak bisa mengendalikan hal itu. Kami melakukan sedikit perubahan dan ini merupakan situasi yang harus kami evaluasi untuk ke depannya,” ucap Alonso.
Alonso juga menyinggung kesalahan Mike Penders yang berujung pada gol pertama Tottenham. Meski demikian, dia tidak menyalahkan sang pemain secara pribadi dan menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam sebuah tim.
“Kami turut merasakan apa yang dialami semua orang. Ini merupakan persoalan tim, secara kolektif. Kami harus melangkah maju,” kata Alonso.
Menurut Alonso, Chelsea sebenarnya sempat mendapatkan beberapa kesempatan ketika berhasil merebut bola di area tinggi pada babak pertama. Salah satunya datang melalui Cole Palmer. Namun, dia menilai para pemain seharusnya bisa tampil lebih agresif dalam situasi menyerang.
“Ketika kami merebut kembali bola di area tinggi, kami memiliki beberapa peluang pada babak pertama, salah satunya melalui Cole. Kami seharusnya bisa lebih agresif dalam beberapa situasi. Rencananya adalah menekan tinggi dan bermain lebih agresif,” tuturnya.
Situasi Chelsea semakin sulit setelah Cole Palmer mendapat kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat upaya untuk mengejar ketertinggalan menjadi semakin berat, sementara Tottenham mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Alonso mengaku belum melihat secara langsung insiden yang membuat Palmer menerima dua kartu kuning. Karena itu, dia belum memberikan penilaian lebih jauh mengenai keputusan wasit tersebut.
“Saya belum melihatnya,” ujar Alonso saat ditanya mengenai dua kartu kuning Palmer.
Kekalahan 0-2 ini menjadi bahan evaluasi bagi Chelsea, terutama dalam hal efektivitas serangan, pengambilan keputusan, dan kemampuan menjaga konsistensi permainan. Alonso kini perlu mencari solusi agar timnya bisa tampil lebih tajam dan menghindari kesalahan serupa pada pertandingan berikutnya.
Editor: Reynaldi Hermawan