Zico Soree Dicoret dari Daftar Naturalisasi Timnas Indonesia U-20, Siapa Penggantinya?
JAKARTA, iNews.id - Nama Zico Soree dicoret dari daftar naturalisasi Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Dunia U-20 2023. PSSI masih belum menentukan apa ada pengganti atau tidak.
Dengan demikian calon pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia U-20 saat ini hanya berjumlah tiga orang, yakni Justin Hubner, Ivar Jenner dan Rafael Struijk. Sementara Zico Soree dicoret dari daftar.
Hal itu disampaikan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri usai menghadiri Workshop Upgrade Filanesia di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (16/12/2022) siang WIB.
"Iya (Zico) dicoret (dari daftar calon naturalisasi pemain)," kata Indra kepada awak media.
Lionel Messi Tak Ikut Latihan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2022, Ada Masalah Apa?
Sebelumnya, keempat pemain tersebut mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Eropa. Proses naturalisasi Hubner dan Jenner sudah diproses lebih dulu.
Legenda Belanda Ini Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2022: Messi Itu Dewa
Sedangkan Struijk dan Zico harus menjalani trial lebih dulu pada TC tersebut, untuk menentukan proses naturalisasinya dilanjut atau tidak.
Struijk pun tiba di Jakarta pada Kamis (15/12/2022) malam WIB. Pemain ADO Den Haag itu akan menjalani tes medis dan mengurus kelengkapan dokumen di Tanah Air.
3 Pemain Prancis Demam dan Flu jelang Final Piala Dunia, Untungkan Argentina?
Namun sayang, Zico dipastikan tidak ikut dinaturalisasi. Indra belum bisa memastikan apakah akan ada pemain lain yang menggantikan pemain keturunan Belanda itu atau tidak. Sebab hal itu merupakan ranah pelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong.
Itu artinya, untuk saat ini, calon pemain anyar Timnas Indonesia U-20 hanya berjumlah tiga orang. Jumlah yang sama dengan naturalisasi pemain Timnas Indonesia senior sebelumnya.
Karim Benzema Tak Mau Terima Medali Piala Dunia 2022, Alasannya Bikin Salut
"Saya dan pssi nunggu dari STY, kalau memang tiga, cukup tiga, kalau ada penambahan, karena semuanya ada di coach Shin," tukas Indra.
Editor: Reynaldi Hermawan