Engineer Ubah Masker Snorkeling Jadi Ventilator

Dini Listiyani ยท Kamis, 02 April 2020 - 12:01 WIB
Engineer Ubah Masker Snorkeling Jadi Ventilator

Rumah sakit ubah masker snorkelling jadi respirator (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Ventilator medis merupakan salah satu alat penting untuk merawat pasien virus corona (Covid-19). Oleh karena itu, ada beberapa perusahaan yang bersedia membuat ventilator medis guna mengatasi kelangkaan.

Para engineer Protolabs mengubah masker snorkelling senilai 25 poundsterling atau sekitar Rp500 ribuan untuk menjadi ventilator. Mereka telah dihubungi dokter yang harus mengatasi kekurangan ventilator selama pandemi Covid-19.

Masker snorkelling Easybreath dapat diubah menjadi ventilator dengan menambahkan katup baru yang dibuat melalui 3D printing. Katup bernama Charlotte sekarang dibuat di markas besar Protolabs Eropa di Halesfield, Telford, dan dikirim ke Italia.

Masker dan katup Charlotte belum secara resmi disertifikasi untuk penggunaan medis. Tapi, dengan masker lain yang tidak tersedia di Italia, pasien dapat mengambil keuntungan dari opsi yang berpotensi menyelamatkan jiwa.

"Katup Charlotte di Italia sudah memiliki dampak yang sangat positif pada tantangan yang dihadapi oleh staf medis dan masyarakat luas. Saya sangat bangga dengan komitmen dan keahlian yang ditunjukkan semua orang dan saya merasa rendah hati, dengan cara kita sendiri, kita dapat berkontribusi untuk menyelamatkan nyawa di seluruh dunia," kata Vice President and Managing Director of Protolabs Europe Bjoern Klaas yang dikutip dari Metro, Kamis (2/4/2020).

Protolabs juga memproduksi puluhan ribu komponen untuk testing kits Covid-19 yang akan digunakan di rumah sakit Inggris dan Eropa. Perusahaan ini membuat cassettes plastik yang sampel darahnya akan siap untuk diuji untuk virus corona.

Di samping itu, Ricoh 3D, bisnis 3D printing berbasis Telford lainnya, juga telah menawarkan sumber dayanya membantu membuat ventilator bagi pasien virus corona setelah pemerintah meminta produsen Inggris meningkatkan produksi.

Editor : Dini Listiyani