Stanford Medical dan Fitbit Ingin Gunakan Wearable untuk Prediksi Penyakit

Dini Listiyani ยท Rabu, 15 April 2020 - 22:15 WIB
Stanford Medical dan Fitbit Ingin Gunakan Wearable untuk Prediksi Penyakit

Smartwatch Fitbit (Foto: Fitbit)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Guna memerangkan pertarungan dengan virus corona (Covid-19), umat manusia mencoba menggunakan setiap alat yang ada. Setelah smartphone, giliran perangkat wearable yang digunakan untuk melacak penyakit.

Stanford Medical bekerja sama dengan Fitbit dan Scripps Research menggunakan wearable untuk deteksi dini serta prediksi infeksi penyakit, termasuk Covid-19. Tim ingin mengembangkan algoritma baru yang akan menganalisis berbagai data dari wearable seperti suhu tubuh dan detak jantung untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit.

Smartwatch dan wearable lainnya membuat banyak, banyak pengukuran per hari, setidaknya 250.000 yang menjadikannya alat pemantauan yang sangat kuat,” kata Michael Snyder, Ph. D Profesor dan Chair of Genetics di Stanford School of Medicine yang dikutip dari Phone Arena, Rabu (15/4/2020).

Lebih lanjut, Snyder menjelaskan, laboratoriumnya berencana memanfaatkan data yang dibuat perangkat wearable itu dan melihat apakah mereka dapat mengidentifikasi siapa yang menjadi sakit sedini mungkin.

Studi percontohan akan mengumpulkan data dari lima merek produk wearable, termasuk cincin dan jam tangan. Data ini akan dicocokkan dengan kuesioner untuk mengembangkan lima algoritma yang berbeda, satu untuk setiap brand.

Algoritma kemudian akan digunakan untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, termasuk Covid-19. Fitbit secara aktif berpartisipasi dengan menyumbangkan 1000 perangkat untuk penelitian dan memberi pengguna kesempatan berpartisipasi dalam penelitian ini.

Editor : Dini Listiyani