Teknologi Baru, BenQ Kembangkan Interactive Display Berbasis AI
JAKARTA, iNews.id – BenQ memperkenalkan teknologi interactive display terbaru berbasis artificial intelligence (AI) melalui peluncuran BenQ Board Pro RP05 dan BenQ Board Master RM05. Inovasi ini mengandalkan pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device AI) guna menghadirkan interaksi real-time, keamanan data yang lebih tinggi, serta pengalaman belajar dan kolaborasi lebih intuitif.
Langkah tersebut juga dibarengi pengenalan lini terbaru InstaShow, yakni WDC15 dan VS25, sebagai solusi wireless presentation dan hybrid conferencing. Seluruh perangkat ini dikembangkan untuk menjawab tantangan pembelajaran dan kerja hybrid yang kini semakin mengandalkan teknologi cerdas, aman, dan mudah digunakan.
Seiring meningkatnya adopsi hybrid learning dan hybrid meeting, BenQ menilai teknologi display tidak lagi sekadar alat presentasi. Perangkat kini dituntut mampu meningkatkan keterlibatan pengguna, melindungi data sensitif, serta tetap sederhana dalam pengoperasian sehari-hari.
Untuk sektor pendidikan, BenQ mengusung pendekatan BYOD (Bring Your Own Device) yang memungkinkan siswa dan pengajar terhubung menggunakan perangkat pribadi secara aman. Sementara di sektor korporasi, konsep BYOM (Bring Your Own Meeting) diterapkan agar kolaborasi lintas perangkat dan platform dapat berjalan tanpa hambatan teknis.
“Mendefinisikan ulang pengalaman belajar menjadi fokus utama kami,” ujar Sub Regional Director BenQ, Dumas Chen dalam keterangan persnya dilansir Jumat (6/2/2026).
“AI memiliki potensi yang sangat besar dalam dunia pendidikan, tetapi hanya jika cepat, aman, dan mudah digunakan oleh guru,” katanya.
Menurutnya, BenQ Board RP05 dan RM05 dirancang dengan performa true on-device AI agar pendidik dapat lebih fokus pada interaksi dan pengalaman belajar siswa. Teknologi AI yang ditanamkan memungkinkan fungsi seperti pengenalan tulisan tangan, gesture recognition, hingga image recognition berjalan secara real-time tanpa ketergantungan cloud.
Dari sisi perangkat keras, RP05 dan RM05 disebut sebagai large-sized interactive display yang telah dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga 10 TOPS. Kapasitas tersebut memungkinkan pemrosesan beban kerja AI langsung di perangkat, sekaligus meningkatkan responsivitas dan privasi data pengguna.
Sistem perangkat lunak BenQ Board juga dibangun di atas infrastruktur Amazon Web Services (AWS). Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan perangkat secara terpusat, pembaruan sistem otomatis, serta penerapan standar keamanan enterprise-grade yang dibutuhkan institusi pendidikan dan organisasi berskala besar.
Di sisi kolaborasi profesional, BenQ memperkenalkan InstaShow VS25 dan WDC15 yang mengusung konsep true instant start. Kedua perangkat ini dirancang agar rapat dapat dimulai tanpa instalasi aplikasi, driver, maupun konfigurasi jaringan tambahan.
“Visi kami untuk InstaShow selalu sederhana: teknologi harus memberdayakan pengguna, bukan menuntut perhatian mereka,” ujar President Director BenQ Indonesia, Andryanto C Wijaya.
Menurutnya, generasi terbaru InstaShow dikembangkan untuk mengurangi kompleksitas teknis yang selama ini menjadi tantangan di lingkungan kerja modern.
Aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan InstaShow. Seluruh lini terbaru dilengkapi dengan hardware-level encryption, WPA3 encryption, HDCP compliance, serta sertifikasi CVSS 4.0. Untuk kebutuhan keamanan tingkat lanjut, VS25 juga dibekali WPA3 Enterprise encryption dan chipset khusus pada level router.
Melalui pengenalan BenQ Board berbasis AI dan InstaShow generasi terbaru, BenQ menegaskan arah pengembangan teknologinya yang mengedepankan kecerdasan perangkat, keamanan sistem, serta kemudahan penggunaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung transformasi digital di dunia pendidikan dan profesional secara berkelanjutan.
Editor: Dani M Dahwilani