Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dipecat Menkes, Dokter Piprim Kini Praktik di RSUI
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Kecanduan HP Doomscrolling, Begini Cara Mengatasinya

Senin, 06 April 2026 - 18:39:00 WIB
Bahaya Kecanduan HP Doomscrolling, Begini Cara Mengatasinya
Untuk mengatasi kebiasaan doomscrolling, berikut tiga tips sederhana yang dapat langsung diterapkan pengguna ponsel. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali membagikan konten edukatif melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (5/4/2026). Kali ini, dia menyoroti fenomena doomscrolling yang kian sering terjadi di masyarakat serta cara sederhana untuk mengatasinya.

Dalam unggahan tersebut, Budi menjelaskan doomscrolling merupakan kebiasaan menggulir layar ponsel secara terus-menerus untuk mengonsumsi berbagai konten di media sosial. Aktivitas ini umumnya berkaitan dengan konten negatif atau informasi yang memicu kecemasan.

Doomscrolling sering dilakukan tanpa disadari oleh pengguna ponsel. Kebiasaan ini biasanya terjadi saat seseorang sedang lelah, sebelum tidur, atau ketika tidak memiliki aktivitas lain.

Alih-alih beristirahat, banyak orang justru terus menatap layar ponsel untuk melihat berita buruk, drama di media sosial, hingga berbagai informasi yang tidak memberikan manfaat. Kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas tidur.

Menurut Budi, penggunaan ponsel yang tidak terkontrol dapat memicu sensasi kecanduan. Kondisi ini terjadi karena otak terus menerima rangsangan informasi yang membuat pengguna ingin terus menggulir layar.

Akibatnya, pengguna ponsel bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat konten yang sebenarnya tidak memiliki tujuan jelas. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan stres dan menurunkan kualitas istirahat.

Untuk mengatasi kebiasaan doomscrolling, Budi membagikan tiga tips sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh pengguna ponsel.

Tips pertama adalah membatasi waktu penggunaan aplikasi. Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan fitur bawaan ponsel, seperti App Time Limit, untuk mengontrol durasi penggunaan media sosial.

Dengan adanya pembatasan waktu tersebut, pengguna diharapkan lebih sadar terhadap jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar. Cara ini juga membantu mengurangi kebiasaan membuka aplikasi secara berulang tanpa tujuan.

Langkah kedua adalah membersihkan tampilan utama atau home screen pada ponsel. Budi menyarankan agar aplikasi media sosial tidak ditempatkan di halaman depan ponsel.

Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi kebiasaan membuka aplikasi secara refleks. Ketika aplikasi tidak langsung terlihat, dorongan untuk membukanya pun bisa berkurang.

Tips berikutnya adalah menyembunyikan aplikasi media sosial di folder yang lebih dalam atau tersembunyi. Tujuannya untuk menciptakan hambatan tambahan agar pengguna tidak mudah mengakses aplikasi secara impulsif.

“Kita juga bisa pindahkan aplikasinya ke folder yang tersembunyi supaya aksesnya jadi sulit,” kata Budi.

Melalui unggahan tersebut, Budi juga mengingatkan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan, bukan justru memicu kebiasaan yang merugikan.

Dia menilai kesadaran dalam menggunakan perangkat digital menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi di era sekarang. “Punya handphone canggih, manfaatkan fiturnya untuk menjaga kesehatan jiwa, bukan malah bikin kecanduan konten tanpa tujuan,” tulisnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut