Banyak iPhone Duo Tak Lolos QC? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, dikabarkan menghadapi kendala dalam proses produksi. Tingkat keberhasilan perakitan perangkat tersebut masih rendah, bahkan hanya sedikit di atas 60 persen.
Laporan Jiemian News pada 17 September 2026 menyebut tingkat yield atau hasil produksi iPhone Duo di fasilitas Foxconn baru mencapai sedikit di atas 60 persen. Artinya, sekitar 40 persen hasil produksi pada tahap tersebut belum memenuhi standar untuk lolos ke tahap berikutnya.
Namun, angka tersebut tidak bisa diartikan bahwa 40 persen iPhone Duo yang akan dijual kepada konsumen mengalami kerusakan.
Dalam industri manufaktur, 'yield rate' menunjukkan persentase unit yang berhasil memenuhi standar pada suatu tahap proses produksi. Unit yang tidak lolos pada tahap awal masih dapat diperiksa, diperbaiki, dikerjakan ulang, atau disesuaikan sebelum produk masuk ke tahap berikutnya.
Masalah ini disebut berkaitan dengan kompleksitas iPhone Duo sebagai perangkat lipat pertama Apple. Apple sendiri memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026 dengan desain baru yang menggunakan dua layar dan mekanisme engsel presisi.
Apple menyebut engsel tersebut dirancang untuk menopang bagian tengah layar ketika perangkat dibuka dan memberikan mekanisme buka-tutup yang halus. Struktur ini menjadi salah satu bagian penting dalam desain iPhone Duo.
Jiemian News melaporkan, produksi massal iPhone Duo masih dalam tahap peningkatan kapasitas. Sumber yang dekat dengan rantai pasok Foxconn menyebut produksi awal masih terbatas.
Menurut laporan tersebut, dengan standar kualitas Apple yang berlaku saat ini, tingkat yield produksi disebut masih membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun untuk mencapai tingkat yang lebih matang.
Persoalan lainnya adalah standar kualitas yang harus dipenuhi sebelum iPhone Duo diproduksi dalam jumlah besar.
Jiemian News melaporkan adanya pembahasan di antara pihak rantai pasok mengenai kemungkinan Apple menyesuaikan standar kualitas untuk membantu meningkatkan hasil produksi. Namun, laporan tersebut tidak berarti Apple telah memutuskan untuk menurunkan standar kualitas produknya.
Apple sendiri dalam pengumuman resminya menekankan bahwa iPhone Duo menggunakan desain perangkat keras baru dengan mekanisme engsel presisi. Perusahaan juga mengklaim perangkat tersebut dirancang dengan mempertimbangkan daya tahan.
Di tengah laporan mengenai tantangan produksi tersebut, Apple tetap mencantumkan jadwal penjualan iPhone Duo.
Apple membuka pemesanan awal pada 16 Oktober 2026, sedangkan ketersediaan perangkat dimulai pada 23 Oktober 2026 di lebih dari 70 negara dan wilayah.
iPhone Duo dibanderol mulai 1.999 dolar AS atau sekitar Rp33 juta jika dikonversikan dengan kurs Rp16.500 per dolar AS. Perangkat ini hadir dengan layar luar 5,4 inci dan layar bagian dalam 7,6 inci ketika dibuka.
Jadi, kabar mengenai sekitar 40 persen produksi yang belum lolos standar memang berasal dari laporan mengenai tingkat yield produksi. Angka tersebut bukan berarti 40 persen iPhone Duo yang dipasarkan Apple dipastikan cacat atau gagal melewati pemeriksaan kualitas akhir.
Editor: Muhammad Sukardi