Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Di Hadapan Presiden Korsel, Prabowo: Anak Muda Indonesia Tergila-gila K-Pop
Advertisement . Scroll to see content

Meski Dilarang, Warga Korut Diam-Diam Gunakan Samsung

Kamis, 26 April 2018 - 18:01:00 WIB
Meski Dilarang, Warga Korut Diam-Diam Gunakan Samsung
Meski Dilarang, Warga Korut Diam-Diam Gunakan Samsung (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

PYONGYANG, iNews.id - Korea Utara (Korut) memiliki larangan nasional untuk semua jenis barang yang berasal dari Korea Selatan (Korsel). Namun belum lama ini, warganya diketahui secara diam-diam berlangganan ponsel Samsung dan menggunakannya tanpa sepengetahuan pemerintah.

The Investor menyebutkan, hampir lima juta warga Korut menggunakan ponsel tahun ini. Menurut statistik 2016, angka tersebut merupakan yang tertinggi sejauh ini.

Administrasi Kim Jong-un telah bekerja sama dengan perusahaan China untuk membawa smartphone ke Korut. Tapi banyak warga lebih memilih menggunakan ponsel dari raksasa elektronik Korsel, Samsung.

Dikutip iNews.id dari IBTimes, Kamis (26/4/2018), ponsel yang ditawarkan mitra pemerintah Korut dilengkapi aplikasi bawaan yang memblokir akses internet. Langkah itu dilakukan Korut untuk membatasi sirkulasi berita dan informasi.

Mirisnya, warga Korut tidak ragu membeli smartphone selundupan karena pemerintah mereka menjual ponsel dengan harga yang berbeda. Pemerintah Korut membeli smartphone dari pabrikan China sebesar USD50 per unit, tapi dijual ke warganya USD250.

Banyaknya pengguna smartphone di Korut dikaitkan dengan fakta, larangan nasional tidak diterapkan secara ketat seperti sebelumnya. Meski penduduk Korut bisa mendapatkan ponsel selundupan, tapi mereka juga perlu berhati-hati untuk mengindari hukuman dari pemerintah.

Guna menghindari hukuman pemerintah, warga Korut dilaporkan menghapus logo pada smartphone selundupan dan menggantinya dengan merek perusahaan China, serta produsen Jepang yang tidak dilarang di negara itu. Selain itu, mereka juga memasang label 'Made in China' dan 'Made in Japan' di ponsel untuk membuat pemerintah percaya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut