Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ada Luka di Bekas Operasi Saraf Kejepit, Hotman Paris OTW ke Singapura!
Advertisement . Scroll to see content

Sering Main Gadget Berjam-jam, Waspadai Risiko Saraf Kejepit

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:43:00 WIB
Sering Main Gadget Berjam-jam, Waspadai Risiko Saraf Kejepit
Kebiasaan bermain gadget selama berjam-jam tanpa mengubah posisi tubuh ternyata dapat meningkatkan risiko ganggu leher hingga saraf kejepit. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan bermain gadget selama berjam-jam tanpa mengubah posisi tubuh ternyata tidak hanya menyebabkan mata lelah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan leher hingga memicu saraf kejepit. Kondisi ini dikenal sebagai text neck, penyakit modern yang muncul akibat terlalu lama menundukkan kepala saat menatap layar.

Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Mahdian Nur Nasution, mengatakan kasus text neck semakin banyak ditemukan dalam satu dekade terakhir, terutama pada anak muda yang memiliki durasi penggunaan gadget sangat tinggi.

"Dalam 10 tahun terakhir ini ada fenomena penyakit baru atau tren baru yang disebut dengan text neck. Di Amerika pertama kali disadari bahwa banyak sekali anak-orang muda sekarang yang sakit leher," kata dr. Mahdian dalam cuplikan podcast Helmi Yahya Berbicara yang diunggah di akun Instagram @hybicara, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut dia, kebiasaan menundukkan kepala dalam waktu lama memberikan tekanan berlebih pada tulang leher. Jika terus dilakukan, struktur anatomi leher akan mengalami perubahan secara perlahan.

"Strukturnya jadi rusak. Otot-ototnya jadi tegang, sendinya bengkak, ligamen menebal, hingga bantalan tulangnya menonjol. Khususnya bantalan tulang leher," ujarnya.

Perubahan tersebut dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari nyeri leher, pegal di bahu, sakit kepala, hingga saraf kejepit apabila bantalan tulang menekan jaringan saraf.

Dia menilai tingginya durasi screen time menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus text neck. Kondisi ini banyak terjadi pada anak-anak dan remaja yang menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya.

"Kalau kita perhatikan anak-anak kita, screen time sehari itu bisa 7 jam, bahkan belasan jam," katanya.

Dr. Mahdian mengingatkan posisi tubuh yang monoton saat menggunakan gadget menjadi kebiasaan baru yang berdampak buruk bagi kesehatan tulang belakang. Kurangnya aktivitas fisik dan minimnya peregangan membuat otot serta sendi leher menerima beban terus-menerus.

"Nah, ini yang menjadi habit baru, sehingga itu banyak cedera di leher dan terjadi saraf kejepit," ucapnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan membatasi durasi penggunaan gadget, mengubah posisi tubuh secara berkala, serta melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit. Posisi layar juga sebaiknya sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-menerus menunduk sehingga tekanan pada tulang belakang dapat diminimalkan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut