Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : POCO F8 Ultra Kembali Dirilis di Indonesia, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 
Advertisement . Scroll to see content

Studi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Blue Light Filter di Ponsel

Jumat, 20 Desember 2019 - 07:01:00 WIB
Studi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Blue Light Filter di Ponsel
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar smartphone tidak kondusif untuk tidur. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

SAN FRANCISCO, iNews.id - Selama beberapa tahun terakhir, penelitian menemukan cahaya biru yang dipancarkan oleh layar smartphone tidak kondusif untuk tidur. Namun, tampaknya solusi yang ditawarkan banyak produsen smartphone selama ini tidak kondusif.

Banyak perusahaan smartphone telah memperkenalkan fitur-fitur yang menyesuaikan layar untuk mengatasi masalah cahaya biru. Sayangnya, layar yang lebih hangat ini mungkin tidak seefektif yang dikira.

Dikutip dari Ubergizmo, Jumat (20/12/2019), menurut sebuah penelitian oleh para peneliti di University of Manchester menunjukkan warna kuning pada smartphone yang merupakan hasil dari peningkatan suhu warna mungkin sama buruknya.

Peneliti utama Dr. Tim Brown mengatakan, seluruh masalah dengan cahaya biru berasal dari penemuan 20 tahun lalu. Melanopsis, protein yang ditemukan di mata adalah kunci dalam mengatur jam tubuh.

Karena protein itu ditemukan lebih baik dalam mendeteksi foton gelombang pendek diperkirakan cahaya biru akan memiliki efek yang lebih besar dibanding warna lain. Namun, studi baru yang dilakukan pada tikus menunjukkan cahaya kuning sama buruknya.

Bahkan, cahaya biru mungkin sebenarnya lebih baik karena saat diredupkan, cahaya biru lebih santai dibanding kuning. Karena penelitian ini hanya dilakukan pda tikus, tidak diketahui apakah temuan mereka sama seperti manusia. Namun, tampaknya Brown percaya itu sama berlaku.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut