Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Benda Bercahaya di Langit Lampung yang Viral di Medsos Bukan Meteor, Ini Alasannya!
Advertisement . Scroll to see content

Terkuak, Bergandengan Tangan dengan Pasangan Bisa Kurangi Rasa Sakit

Selasa, 06 Maret 2018 - 07:30:00 WIB
Terkuak, Bergandengan Tangan dengan Pasangan Bisa Kurangi Rasa Sakit
Ilustrasi Pegangan Tangan (Foto: iStock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bergandengan tangan dengan orang yang dicintai ternyata memiliki makna lebih dari sekadar bersentuhan. Studi tebaru menyebutkan, gandengan tangan menyebabkan pernafasan dan detak jantung disinkronkan di antara pasangan dan bisa meringankan rasa sakit tubuh.

Dalam kasus ini, eksperimen didorong oleh sebuah peristiwa di dunia nyata, di mana pemimpin peneliti Pavel Goldstein dari University of Colorado Boulder menemukan, ketika dia memegangi tangan istrinya yang sedang melahirkan, rasa sakit persalinannya berkurang.

"Saya ingin mengujinya di lab. bisakan seseorang benar-benar mengurangi rasa sakit dengan sentuhan, dan jika bisa, bagaimana itu bisa terjadi?" katanya sebagaimana dikutip iNews.id dari Science Alert, Selasa (6/3/2018).

Penelitian ini melibatkan 22 pasangan heteroseksual berusia antara 23 hingga 32 tahun dan telah bersama selama kurang lebih satu tahun. Ketika gelombang otak mereka dipantau melalui caps electroencephalography (EEG), mereka dimasukkan melalui serangkaian skenario.

Skenario ini termasuk duduk bersama dan tidak menyentuh, duduk bersama sambil berpegangan tangan, dan duduk di ruangan terpisah. Setiap adegan yang berbeda diulang saat nyeri panas ringan diaplikasikan ke lengan perempuan setiap pasangan.

Ketika pasangan berada di ruangan yang sama, baik bersentuhan atau tidak, para peneliti mencatat beberapa sinkronisitas gelombang otak di pita alfa mu- sebuah gelombang panjang yang terkait dengan perhatian terfokus.

Sinkronisasi ini sangat kuat saat pasangan berpegangan tangan dan wanita itu kesakitan. Pada saat wanita kesakitan dan pasangan tidak bisa berpegangan tangan, sinkronisasi gelombang otak menurun.

Terlebih lagi, ketika pasangan pria merasa lebih berempati terhadap rasa sakit pasangan, sinkronisasi aktivitas otak meningkat, dan semakin banyak rasa sakit berkurang. Untuk mengetahui lebih banyak penyebab itu terjadi, peneliti tampaknya membutuhkan penelitian lebih banyak.

Sebenarnya, penelitian baru ini merupakan paper kedua yang dipublikasikan mengenai percobaan dan ini mem-backup temuan pertama, di mana sentuhan ditunjukkan untuk mengurangi rasa sakit dan membuat detak jantung serta tingkat pernasafan selaras antara pasangan.

Temuan yang baru diterbitkan menambahkan rincian tentang pemantauan gelombang otak yang dilakukan selama tes berlangsung. Saat penelitian tidak menggunakan ukuran sampel yang besar, cukup besar menyarankan, sesuatu dipicu dalam sistem biologis manusia saat berpegangan tangan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut