Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Taiwan Buka Peluang bagi Inovator RI, Tawarkan Rp490 Juta untuk Solusi Kesehatan Berbasis AI
Advertisement . Scroll to see content

AI Mulai Dimanfaatkan Ribuan UMKM Indonesia, Hasilnya Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan!

Kamis, 09 Juli 2026 - 17:31:00 WIB
AI Mulai Dimanfaatkan Ribuan UMKM Indonesia, Hasilnya Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan!
Ilustrasi UMKM pakai AI untuk kelangsungan bisnis. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus didorong agar tidak hanya dinikmati perusahaan besar. Pengalaman ribuan UMKM yang telah mencoba teknologi AI kini bahkan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan AI yang lebih inklusif di Indonesia.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia yang digelar KUMPUL Impact di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, organisasi internasional, hingga komunitas untuk membahas arah pengembangan AI yang lebih ramah bagi UMKM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program AI Opportunity for MSMEs (AIM ASEAN) yang dipimpin ASEAN Foundation bersama AVPN, dengan dukungan Google(dot)org dan Asian Development Bank (ADB). Program tersebut menargetkan pemberdayaan 54.000 UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan AI secara aman dan bertanggung jawab.

Forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia. (Foto: Istimewa)
Forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia. (Foto: Istimewa)

Dalam program tersebut, KUMPUL Impact menjadi mitra pelaksana di Indonesia dengan target mendampingi sekitar 32.000 UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha.

Founder & Chairperson KUMPUL Impact, Faye Wongso, mengatakan penyusunan kebijakan AI tidak cukup dilakukan dari balik meja. Menurut dia, aturan yang dibuat harus berangkat dari pengalaman nyata para pelaku UMKM di lapangan.

"Kebijakan sehebat apa pun di atas kertas tidak akan bermakna jika gagal menjawab tantangan keseharian UMKM. Karena itu, forum ini hadir untuk memastikan arah kebijakan dirumuskan berdasarkan pengalaman para pelaku usaha," ujarnya.

Senada, Project Manager AIM ASEAN dari ASEAN Foundation, Eci Ernawati, mengatakan keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari secanggih apa teknologi yang digunakan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya bagi UMKM.

Menurutnya, AI harus menjadi teknologi yang mudah dipahami dan diterapkan sehingga mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas bisnis, hingga naik kelas.

Pandangan tersebut juga mendapat dukungan dari Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala. Dia menilai AI seharusnya menjadi alat untuk memperluas kesempatan pelaku usaha kecil, bukan hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan besar.

"AI bukan sekadar lompatan teknologi, melainkan alat strategis untuk mempersempit kesenjangan produktivitas. Teknologi ini tidak boleh menjadi privilese segelintir pelaku besar, tetapi harus memperluas daya saing jutaan UMKM Indonesia," katanya.

Lebih dari 16.000 UMKM Sudah Terlibat

Dalam forum tersebut juga dipaparkan hasil awal implementasi AIM ASEAN di Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 16.037 UMKM di 32 provinsi, dengan sekitar 62,2 persen peserta merupakan perempuan.

Dari pelaksanaan program itu, ditemukan beberapa tantangan utama dalam adopsi AI oleh UMKM. Salah satunya adalah masih rendahnya literasi digital dan literasi keuangan sehingga banyak pelaku usaha belum siap memanfaatkan AI secara optimal.

Selain itu, keberhasilan penerapan AI juga sangat dipengaruhi kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan berbagai mitra pembangunan. Daerah yang memiliki kerja sama kuat dinilai mampu mempercepat adopsi teknologi tersebut.

Salah satu contoh yang disoroti adalah Kabupaten Kuningan yang dinilai berhasil membangun kolaborasi lintas sektor untuk membantu UMKM memanfaatkan AI.

Seluruh temuan tersebut nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan strategi nasional pengembangan AI bagi UMKM di Indonesia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut