Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Mau Kirim 20.000 Pasukan ke Gaza, DPR Usul Ada yang Awasi Serangan Siber
Advertisement . Scroll to see content

Akibat Dunia Tanpa Keamanan Siber, Bakal Terjadi Kekacauan di Ranah Digital

Rabu, 07 September 2022 - 18:07:00 WIB
Akibat Dunia Tanpa Keamanan Siber, Bakal Terjadi Kekacauan di Ranah Digital
Akibat Dunia Tanpa Keamanan Siber (Foto: Arget/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Serangan siber terus terjadi hingga kini, termasuk pembobolan data. Padahal di dunia ini ada yang namanya keamanan siber, namun tetap saja kejahatan ini terjadi.

Lantas pernahkah terpikir apa jadinya kalau keamanan siber tidak pernah ada? Apakah dunia justru akan lebih aman? Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky memberikan gambarannya.

Dalam laporannya, Kaspersky menyebut dunia tanpa keamanan siber kemungkinan akan terjadi distopia digital atau kekacauan di ranah digital. Bukannya malah lebih baik, justru akan menjadi mimpi buruk.

Vitaly Kamluk, Direktur Global Research & Analysis Team (GReAT) untuk Asia Pasifik (APAC) di Kaspersky mengungkapkan hidup di dunia tanpa keamanan siber bukanlah pilihan tepat.

Menurutnya, menghapus entitas pertahanan dunia maya membuka pintu lebar bagi para pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi data pengguna, mulai dari informasi keuangan, catatan kesehatan, rencana perjalanan, pengeluaran, dan masih banyak lagi.

Akan ada juga kemungkinan pembelian palsu, dengan setiap orang dapat mengklaim identitas seseorang untuk membeli dan bahkan mentransfer uang.

Tanpa kontrol akses, pemungutan suara dan survei elektronik dapat dicurangi untuk kepentingan pihak tertentu. Tidak ada yang akan memiliki akun pribadi online karena tidak akan ada yang bersifat personal.

Lebih lanjut Kamluk menyebut tidak adanya validasi integritas juga membuat berita dan informasi tidak dapat dipercaya, dengan berita palsu dan disinformasi diperkirakan akan tumbuh merajalela.

Orang tidak dapat mempercayai teknologi apa pun yang mereka gunakan dan informasi apa pun yang mereka baca. Pada dasarnya, apa pun bisa dipalsukan di dunia tanpa keamanan siber.

“Saya melihat dunia tanpa keamanan siber sebagai distopia digital di mana tidak ada yang dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang yang dibawa oleh teknologi terbaru yang ada di tangan kita," kata Kamluk, dalam pernyataan resminya, Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, Kamluk menjelaskan, perusahaan dan solusi yang hadir untuk melindungi data, identitas, berita yang dikonsumsi, serta aplikasi dan perangkat yang digunakan.

"Kita akan dibiarkan sendiri untuk mengarungi risiko dan saya yakin tidak ada yang akan memilih untuk melakukannya di tengah kehidupan yang penuh kekacauan seperti ini," ujarnya. 

Kamluk mengatakan saat ini, keamanan siber seringkali menjadi bagian tak terlihat dari kehidupan yang kerap kita anggap remeh. Tetapi dia menilai manusia berhutang banyak untuk kemudahan tersebut yang telah membawa pada pencapaian peradaban saat ini.

Ketika berbicara mengenai risiko, Kamluk juga mengungkapkan bahwa Kaspersky dari Juli 2021 hingga Agustus 2022 saja, perusahaan keamanan siber global telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 7,2 miliar serangan oleh objek berbahaya termasuk malware dan konten web berbahaya di seluruh dunia.

Dari Agustus 2021 hingga Juli 2022, Asia Pasifik tampaknya menjadi kawasan yang rentan. Satu dari setiap tiga (35%) deteksi objek berbahaya yang terdeteksi oleh solusi Kaspersky secara global menargetkan pengguna dari wilayah tersebut. India, Jepang, Vietnam, Cina, dan Indonesia adalah lima negara teratas dalam hal upaya infeksi.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut