Akun Twitter Pesohor Dunia Diretas, Jack Dorsey: Hari yang Berat
SAN FRANCISCO, iNews.id - Sejumlah akun terverfikasi di Twitter jadi korban hacker. Peristiwa tersebut tampaknya menjadi sesuatu yang berat bagi tim Twitter.
CEO Twitter Jack Dorsey mengatkan hacking adalah hari yang berat bagi tim usai banyak akun Twitter high profile diretas dan mempromosikan penipuan Bitcoin pada Rabu, 15 Juli 2020.
"Hari yang berat bagi kami di Twitter," kata Dorsey dalam tweet yang diunggah pada Rabu malam usai pelanggaran keamanan terjadi yang dikutip dari Digital Trends, Kamis (16/7/2020).
Dorsey menambahkan, akibat kejadian tersebut tim di Twitter merasa buruk. "Kita semua merasa buruk hal ini terjadi," ujarnya.
Tough day for us at Twitter. We all feel terrible this happened.
— jack (@jack) July 16, 2020
We’re diagnosing and will share everything we can when we have a more complete understanding of exactly what happened.
???? to our teammates working hard to make this right.
Bos Twitter menyatakan timnya sekarang berusaha menetapkan dengan tepat bagaimana kejadian tersebut terjadi. Dia berjanji untuk membagikan segala yang diketahuinya usai tim penyelidik mempunyai banyak informasi.
Sejumlah akun high profile terkena penipuan. Masing-masing akun mengunggah pesan yang menawarkan untuk membayar pengirim dua kali lipat setiap pembayaran yang mereka lakukan ke alamat dompet Bitcoin yang ada di tweet.
Menurut data Blockchain.com, lebih dari 100.000 dolar AS telah dikirim ke dompet Bitcoin melalui lebih dari 370 transaksi pada Rabu malam. Mantan Presiden Barack Obama dan calon presiden dari Demokrat Joe Biden termasuk di antara akun-akun yang diretas.
Selain itu, Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos, Kanye West, dan mantan Walikota New York City Michael Bloomberg juga menjadi korban hacking. Bahkan, perusahaan teknologi sekelas Apple dan Uber ikut jadi korban.
Usai Twitter mengetahui peretasan, mereka untuk sementara waktu menghentikan kemampuan akun-akun terverifikasi mengirim tweet hingga bisa dipastikan situasi bisa diatasi. Kini, operasi telah berjalan normal.
Editor: Dini Listiyani