Ancaman Siber Makin Nyata, Gen Z Jadi Kunci Cegah Dampaknya
JAKARTA, iNews.id – Ancaman siber kini tidak lagi sekadar persoalan teknis di dunia digital, tetapi telah menjelma menjadi isu strategis yang berpengaruh langsung terhadap ketahanan negara. Benarkah demikian?
Hal ini mencuat dalam diskusi antara pihak industri teknologi dan kalangan akademisi yang menyoroti pentingnya kolaborasi menghadapi tantangan era digital.
Dalam kunjungan civitas akademik Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) ke perusahaan teknologi VCGamers, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung bagaimana operasional industri digital berjalan sekaligus memahami potensi ancaman yang mengintai.
Tidak hanya melihat proses kerja di berbagai divisi seperti pengembangan, pemasaran, hingga operasional, para peserta juga terlibat dalam diskusi mengenai isu krusial seperti keamanan siber dan pertumbuhan ekonomi digital.
Chairman VCGamers, Wafa Taftazani, menegaskan bahwa ancaman siber memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar kerugian bisnis.
"Dalam era digital yang semakin terhubung, keamanan data dan sistem menjadi isu krusial yang tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional," kata Wafa, belum lama ini.

"Oleh karena itu, perlu ada kolaborasi antara industri dan akademisi dalam menciptakan sistem yang aman, resilien, dan adaptif terhadap ancaman siber yang terus berkembang," tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa transformasi digital membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sistem keamanan serta penguatan sektor usaha kecil.
"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar, serta menciptakan model bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Mayjen TNI Priyanto, menilai keterlibatan generasi muda dalam industri teknologi menjadi kekuatan penting bagi masa depan bangsa.
"Kami melihat bagaimana suatu usaha yang diawaki oleh anak-anak muda. Karena anak muda ini trennya orang bilang gen Z lah ya, mereka tulang punggung bangsa. Nah tentunya kita ada kebanggaan juga ternyata salah satu perusahaan ini yang diawaki oleh para generasi muda sangat bermanfaat," ujarnya.
"Tidak saja secara perusahaan itu ada profit dan sebagainya, tapi juga memberikan manfaat kepada negara dan bangsa," ungkap Mayjen Priyanto.
Ia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga praktik nyata di dunia usaha.
"Mahasiswa diharapkan nanti juga bisa menjadikan pengetahuan buat mereka pada saat selesai melakukan pendidikan, dia punya pemahaman bagaimana membekali. Mulai dari tadi ada pengabdian kepada masyarakat dari anak-anak SMK atau di level sekolah menengah lanjutan atas, kemudian bagaimana pada saat di dunia usaha," ujarnya.
Editor: Muhammad Sukardi