Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Beberkan Dugaan Alur Outbreak Hantavirus, Bukan gegara Tikus di Kapal Pesiar!
Advertisement . Scroll to see content

Dijuluki the Hat, Pola Ini Dapat Memecahkan Masalah Matematika yang Sudah Lama Ada

Sabtu, 01 April 2023 - 13:05:00 WIB
Dijuluki the Hat, Pola Ini Dapat Memecahkan Masalah Matematika yang Sudah Lama Ada
Pola Ini Dapat Memecahkan Masalah Matematika yang Sudah Lama Ada (Foto: Smith et al, arXiv, 2023)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ahli matematika berhasil menciptakan pola atau bentuk unik 13 sisi baru. Disebut the hat, pola ini dapat memecahkan masalah matematika yang sudah lama ada. 

The hat bisa dipasangkan di seluruh bidang demi menciptakan pola yang tidak pernah berulang. Bentuk ini dikenal sebagai monotil aperiodik atau einstein, di mana bentuk pertama kali ditemukan pada 1966 dan terdiri atas 20.426 bentuk. 

Sejumlah matematikawan selama bertahun-tahun berupaya membuat bentuk aperiodik berbeda tapi yang ditemukan jumlahnya terus menurun, hingga sekarang hanya ada beberapa set aperiodik yang terdiri atas dua bentuk. 

Sebelum ini tak ada yang menemukan satu aperiodik yang sesuai kriteria. The hat sendiri pertama kali ditemukan oleh matematikawan non-profesional dan penghobi bentuk David Smith dari Inggris. 

Smith beberapa kali mengutak-atik program pembuatan bentuk sebelum akhirnya pindah ke guntingan kertas fisik. Mendapat bantuan akademisi dari Univeristy of Waterloo, Smith mampu membuktikan bentuk itu memang monotile aperiodik melalui penggunaan algoritma komputer. 

"Bentuk periodik berjalan di garis tipis antara keteraturan dan ketidakteraturan, mengakui adanya tile, tetapi hanya tile tanpa simetri translasi, tidak pernah mengizinkan pengulangan sederhana tilr periodik," tulis para matematikawan, dikutip dari Science Alert, Kamis (30/3/2023).

Sekelompok ahli matematika juga telah memperkenalkan metode baru demi membuktikan keberadaan einstein masa depan, di mana berbagai permutasi bentuk digabungkan demi membantu memastikan mereka berlanjut selamanya tanpa menjadi simetris dalam polanya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut