Dijuluki the Hat, Pola Ini Dapat Memecahkan Masalah Matematika yang Sudah Lama Ada
JAKARTA, iNews.id - Ahli matematika berhasil menciptakan pola atau bentuk unik 13 sisi baru. Disebut the hat, pola ini dapat memecahkan masalah matematika yang sudah lama ada.
The hat bisa dipasangkan di seluruh bidang demi menciptakan pola yang tidak pernah berulang. Bentuk ini dikenal sebagai monotil aperiodik atau einstein, di mana bentuk pertama kali ditemukan pada 1966 dan terdiri atas 20.426 bentuk.
Sejumlah matematikawan selama bertahun-tahun berupaya membuat bentuk aperiodik berbeda tapi yang ditemukan jumlahnya terus menurun, hingga sekarang hanya ada beberapa set aperiodik yang terdiri atas dua bentuk.
Sebelum ini tak ada yang menemukan satu aperiodik yang sesuai kriteria. The hat sendiri pertama kali ditemukan oleh matematikawan non-profesional dan penghobi bentuk David Smith dari Inggris.
Smith beberapa kali mengutak-atik program pembuatan bentuk sebelum akhirnya pindah ke guntingan kertas fisik. Mendapat bantuan akademisi dari Univeristy of Waterloo, Smith mampu membuktikan bentuk itu memang monotile aperiodik melalui penggunaan algoritma komputer.
"Bentuk periodik berjalan di garis tipis antara keteraturan dan ketidakteraturan, mengakui adanya tile, tetapi hanya tile tanpa simetri translasi, tidak pernah mengizinkan pengulangan sederhana tilr periodik," tulis para matematikawan, dikutip dari Science Alert, Kamis (30/3/2023).
Sekelompok ahli matematika juga telah memperkenalkan metode baru demi membuktikan keberadaan einstein masa depan, di mana berbagai permutasi bentuk digabungkan demi membantu memastikan mereka berlanjut selamanya tanpa menjadi simetris dalam polanya.
Editor: Dini Listiyani