Dituding Jual Data Pengguna, Pengembang Aplikasi Muslim Pro Angkat Suara
JAKARTA, iNews.id - Aplikasi Muslim Pro tengah menjadi buah bibir karena dituding menjual data pribadi penggunanya ke pihak militer Amerika Serikat (AS). Kabar ini rupanya sudah sampai ke pengembang Muslim Pro.
Pengembang aplikasi Muslim Pro membantah tuduhan menjual data pribadi penggunanya ke militer Amerika Serikat. Pengembang aplikasi Bitsmedia mengatakan kepada The Straits Times, mereka segera memutuskan hubungan dengan mitra datanya tanpa menyebutkan siapa mereka.
Menurut laporan Vice Media yang diterbitkan pada Senin, militer AS membeli informasi pribadi yang dikumpulkan dari aplikasi di seluruh dunia, termasuk Muslim Pro. Aplikasi ini mempunyai lebih dari 98 juta unduhan di seluruh dunia dan menampilkan layanan seperti Alquran online dan waktu salat.
“Ini tidak benar dan tidak benar. Perlindungan dan respect privasi pengguna kami adalah prioritas utama Muslim Pro,” kata ketua komunitas Muslim Pro Zahariah Jupary sebagaimana dikutip dari The Strait Times.
Sebagai aplikasi muslim paling tepercaya selasma 10 tahun, katanya, Muslim Pro mematuhi standar privasi dan peraturan perlindungan data yang paling ketat. Mereka juga mengklaim tidak pernah membagikan informasi identitas pribadi apa pun.
Dia menambahkan, pengembang aplikasi telah meluncurkan penyelidikan internal dan sedang meninjau kebijakan tata kelola datanya untuk mengonfirmasi, semua data pengguna ditangan dengan benar.