Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 5 CEO Terkaya di Dunia 2025, Elon Musk hingga Jensen Huang
Advertisement . Scroll to see content

Elon Musk Batasi Twitt Pengguna, Begini Tanggapan Mantan Pemilik Twitter

Minggu, 02 Juli 2023 - 17:04:00 WIB
Elon Musk Batasi Twitt Pengguna, Begini Tanggapan Mantan Pemilik Twitter
Elon Musk bakal membatasi scrolling twitt bagi akun terverifikasi sebanyak 6.000 twitt per hari. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Pemilik baru Twitter, Elon Musk membuat aturan kontroversial. Salah satu orang terkaya di dunia ini membatasi scrolling twit di beranda pengguna. 

Ini memancing reaksi pengguna yang memang sehari-hari beurusan dengan media sosial. Elon Musk bakal membatasi scrolling twitt bagi akun terverifikasi sebanyak 6.000 twitt per hari. Sementara akun yang belum terverifikasi dan akun baru akan dibatasi sebanyak 600 dan 300 twitt per hari.

Mantan pemilik Twitter, Jack Dorsey memberikan tanggapan soal aturan baru yang dibuat Musk. Meski tak sepenuhnya mendukung kabijakan Elon Musk, dia mengatakan apa pun yang dilakukan pasti untuk kebaikan perusahaan.

"Menjalankan Twitter itu sulit. Saya tidak berharap tekanan itu menimpa siapa pun. Saya percaya tim melakukan yang terbaik di bawah tekanan yang sangat besar. Sangat mudah untuk mengkritik keputusan dari jauh... yang mana saya juga bersalah... Tapi saya tahu tujuannya adalah untuk melihat Twitter berkembang. Itu pasti," tulis Jack dalam cuitannya di Twitter.

Namun, Jack berharap di bawah kepemimpinan Elon Musk, Twitter bisa lebih terbuka yang juga akan mengembangkan media sosial tersebut. Dia memberikan contoh Bitcoin dan Nostr yang bisa membuat perusahaan tetap kokoh.

"Saya berharap mereka mempertimbangkan membangun protokol terbuka yang benar-benar tahan sensor, seperti bitcoin dan nostr untuk membantu meringankan beban itu. Baik untuk semua, dan penting untuk mempertahankan internet terbuka," kata Jack.

Sebelumnya, Elon Musk membuat kebijakan yang mengharuskan akun terverifikasi membayar sebesar 8 dolar AS atau setara Rp120 ribuan per bulan. Upaya untuk meningkatkan pendapatan Twitter itu malah membuat saham perusahaan turun tajam sejak sang miliarder mengambil alih.

Tak hanya itu, dia memberhentikan sekitar tiga perempat tenaga kerja untuk memotong pengeluaran dan mencegah kebangkrutan.

Pengiklan sejak itu membatasi investasi mereka di Twitter, sebagian karena perubahan yang memungkinkan lebih banyak konten yang terkadang penuh kebencian dan pedas yang menyinggung sebagian besar audiens layanan. Musk baru-baru ini mempekerjakan eksekutif lama NBC Universal Linda Yaccarino untuk menjadi CEO Twitter dalam upaya menarik kembali pengiklan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut