Gunakan Serangan SIM Swap, Remaja di Kanada Curi Crypto Senilai Rp512 Miliar
OTTAWA, iNews.id - Autentikasi dua faktor biasanya digunakan untuk meningkatkan login password tradisional. Karena, beransumsi tidak ada orang lain yang memiliki akses ke ponsel karena memerlukan kode aktivitasi satu kali untuk masuk ke akun.
Namun, autentikasi dua faktor tidak selalu sempurna. Jika penyerang memiliki akses ke ponsel atau nomor telepon, mereka bisa dengan mudah mencegat kode verifikasi yang dikirimkan.
Inilah yang dilakukan seorang remaja Kanada. Mereka menipu operator menyerahkan akses ke nomor ponsel korban melalui serangan SIM Swap. Pada dasarnya, ini adalah proses di mana Anda meminta operator untuk mengirim kartu SIM pengganti untuk alasan apa pun.
Biasanya, operator harus memverifikasi Anda melalui serangkaian pertanyaan. Artinya, remaja tersebut memiliki akses informasi mengenai korban-korbannya. Setelah menerima SIM baru, remaja itu berhasil mencegat kode autentikasi dua faktor.
Kemudian mereka masuk ke akun crytocurrency korban. Crypto senilai 36 juta dolar AS atau bila dikonversi ke rupiah mencapai Rp512 miliar dicuri oleh remaja tersebut, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Senin (22/11/2021).
Polisi telah menangkap remaja tersebut setelah diketahui crypto yang dicuri digunakan untuk membeli nama pengguna online yang dianggap langka di komunitas game, sehingga memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi pelakunya dan mengarah pada penangkapan mereka.
Editor: Dini Listiyani