Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Siapkan AI yang Bertugas Baca Hasil MRI, Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Hubungan Manusia-Mesin Dimulai, Begini Kata Peneliti

Kamis, 09 November 2017 - 17:25:00 WIB
Hubungan Manusia-Mesin Dimulai, Begini Kata Peneliti
Jangan Salahkan Teknologi (Foto: Ilustras)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi saat ini tak dipungkiri bisa membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Namun, berkat perkembangan teknologi dan penetrasi gadget seperti smartphone kian meningkat, hubungan antara manusia dan manusia justru menurun.

Meski belum ada penelitian secara mendetail tentang hubungan antara manusia ke mesin, namun bisa dilihat bahwa banyak orang telah banyak berkomunikasi dengan gadget bukannya dengan manusia, tapi mereka seolah merasa sedang berinteraksi dengan manusia.

"Kita belum sampai detail (penelitian), tapi sudah menunjukkan bahwa orang merasa berinteraksi dengan orang padahal mereka berinteraksi dengan mesin. Ia (mesin) merespons, kelihatannya respons manusia, tapi respons mesin," jelas BM. Purwanto, peneliti Keperilakuan Konsumen usai acara pemaparan riset di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Berinteraksi dengan mesin bukan tanpa risiko. Purwanto menjelaskan bahwa, emosi manusia juga bisa mati karena manusia berhadapan dengan orang yang tidak memiliki rasa emosi. Hal tersebut disebabkan karena peningkatan hubungan manusia-mesin tidak diimbangi dengan hubungan manusia-manusia.

"Human-human relation-nya mulai turun digantikan dengan human-human tapi dimediasi oleh mesin," jelasnya.

Terkait hal itu, manusia tidak bisa melulu menyalahkan tekonologi karena, kata Purwanto, teknologi sendiri bersifat netral, bergantung pada siapa yang menggunakannya.

"Jangan salahkan teknologinya, tapi tergantung orangnya," jelasnya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut