Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Migo Merayakan Hari Kemerdekaan dengan Pilihan Film Khusus: Hiburan yang Menginspirasi Semangat Nasionalisme
Advertisement . Scroll to see content

Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek, Metode Atasi Learning Loss

Selasa, 17 Mei 2022 - 22:25:00 WIB
Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek, Metode Atasi Learning Loss
Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek (Foto: Screenshot)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kehilangan pengetahuan atau learning loss menjadi salah satu dampak di dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19. Metode pembelajaran berbasis proyek atau Project Based-Learning (PBL) dinilai bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan keterampilan pelajar, termasuk keterampilan pelajar dalam literasi atau bahasa.

Hal itu diungkapkan Ketua Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Kisyani, MHum, dalam Webinar Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Atasi Learning Loss yang digelar virtual pada Selasa (17/5/2022).

“Pembelajaran berbasis proyek mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitas,” kata Prof Kisyani dalam pemaparannya. Di kesempatan yang sama, dia sekaligus memaparkan keunggulan-keunggulan PBL.

“Kelebihan pembelajaran berbasis proyek atau Project Based-Learning dapat meningkatkan motivasi siswa untuk tekun dan berusaha keras dalam mencapai proyek dan merasa bahwa metode pembelajaran ini menyenangkan,” katanya. 

Kelebihan lainnya yakni meningkatkan kemampuan pelajar untun memecahkan masalah, meningkatkan keterampilan mengelola sumber belajar, meningkatkan kolaborasi, serta mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. “Pembelajaran berbasis proyek juga meningkatkan keterampilan mengelola sumber dn praktik dalam mengorganisasi proyek,” ungkapnya.

Di lain sisi, ada pula kelemahan dalam metode pembelajaran ini. Di antaranya saja membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk, membutuhkan biaya yang cukup, serta membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar. 

“Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan memadai. Metode ini juga tidak sesuai untuj peserta didik yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan, dan kesulitan melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok,” katanya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut