Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait keamanan anak di ruang digital. Menurutnya, anak-anak cenderung memanipulasi usia saat mendaftar di platform digital untuk menghindari batasan umur.
Kondisi ini mendesak platform digital untuk tidak lagi hanya mengandalkan deklarasi tanggal lahir untuk mengenali usia penggunanya, melainkan mulai menerapkan teknologi deteksi usia berbasis perilaku atau age inferential.
"Platform umumnya digerakkan oleh mesin tanpa verifikasi mendalam. Ketika anak memalsukan umur, sistem menganggap mereka sudah 18 tahun, konten-konten dewasa, bahkan konten seksual, terpapar bebas ke mereka," tegas Wamen Nezar dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).
Wamen Nezar mengatakan, konten-konten dewasa kini mudah masuk ke lini masa anak-anak akibat celah verifikasi ini.
Menghadapi tantangan tersebut, Komdigi mendorong Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk mengadopsi solusi teknologi yang lebih canggih sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
"Teknologi age inferential memungkinkan algoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna. Meskipun pengguna tidak menyatakan usia sebenarnya, sistem bisa mem-profiling berdasarkan konten yang dikonsumsi," ujar Nezar.