Pembelajaran Berbasis Proyek Jadi Solusi Atasi Learning Loss
JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 berdampak ke sejumlah sektor, termasuk pendidikan. Selama pandemi, pelajar tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dan sebagai gantinya mereka belajar menggunakan metode jarak jauh (PJJ).
Terkait metode PJJ, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim sempat menyinggung pembelajaran jarak jauh tersebut dapat berdampak kepada para pelajar. Dampak tersebut yakni hilangnya pengetahuan atau learning loss.
Oleh karenanya Kemendikbud Ristek mengusung pembelajaran berbasis proyek. Apa itu? Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Drs M Abdul Khak memaparkannya dalam Webinar Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Atasi Learning Loss.
“Pembelajaran berbasis proyek sejalan dengan karakter pelajar Pancasila yang dikembangkan oleh Kemdikbud Ristek,” tuturnya dalam webinar tersebut, Selasa (17/5/2022).
Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based-Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Dengan metode ini, peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
“Salah satunya adalah pelajar bisa mempunyai karakter bernalar dan berpikir kritis. Melalui penelitian yang dilakukan siswa, ini dapat melatih para siswa bernalar dan berpikir kritis,” ujar dia.
Begitu pula penerapan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan literasi atau bahasa. “Dalam penelitian tahap penentuan masalah, pencarian data di lapangan, dan bagaimana menyimpulkan penelitian itu hakikatnyanya adalah melatih siswa menghidupkan daya kritis dan analitisnya,” ujar M Abdul Khak.
“Dalam pembelajaran berbasis proyek ini pelajar dapat melakukan penelitian pada praktikum penggunaan bahasa yang dekat dengan anak-anak misalnya pada lagu, iklan atau pada media massa yang ditemui,” ujarnya.
Editor: Dini Listiyani