Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komdigi: Pemerintah Komitmen Jaga Ekosistem Pers Sehat di Tengah Disrupsi Teknologi
Advertisement . Scroll to see content

Penipuan Digital Menggila, Komdigi Klaim Selamatkan Uang Rakyat hingga Rp8 Triliun!

Jumat, 06 Februari 2026 - 21:40:00 WIB
Penipuan Digital Menggila, Komdigi Klaim Selamatkan Uang Rakyat hingga Rp8 Triliun!
Penipuan digital berhasil dihalau Komdigi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Serangan spam dan penipuan digital kian menggila di Indonesia. Setiap hari, jutaan warga dibombardir panggilan misterius, pesan berisi iming-iming hadiah, hingga tautan berbahaya yang berpotensi menguras tabungan. 

Di tengah ancaman itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim telah menyelamatkan uang rakyat dalam jumlah fantastis, mencapai hampir Rp8 triliun.

Klaim tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyusul implementasi sistem anti spam dan anti scam di jaringan telekomunikasi nasional. Dalam enam bulan terakhir, sistem ini berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan yang terindikasi berisiko.

"Ruang digital yang terus terhubung dan tumbuh pesat harus menjadi ruang yang aman. Kami tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktivitas di dunia digital," ujar Nezar dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria  dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). (Foto: Annastasya Rizqa)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). (Foto: Annastasya Rizqa)

Menurut dia, rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi penipuan digital. Tak hanya mengandalkan teknologi, partisipasi publik juga dinilai berperan besar. 

Tercatat, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan sekaligus aktif melaporkan spam dan scam yang mereka terima.

Nezar menilai kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memerangi kejahatan digital yang kian masif.

"Ini menunjukkan kekuatan kerja sama semua pihak. Tujuan kita sama, memastikan ruang digital Indonesia tetap aman, produktif, dan bisa menjadi ruang untuk tumbuh," tegas dia.

Berdasarkan perhitungan operator, sistem perlindungan tersebut mampu mencegah potensi kerugian finansial pelanggan hingga sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp8 triliun. Angka ini sekaligus menegaskan bahwa penipuan digital bukan lagi ancaman sepele, melainkan sudah berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan industri telekomunikasi agar sistem anti spam dan anti scam dapat diterapkan lebih merata dan menjadi standar nasional.

"Kami membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta, untuk berkontribusi menciptakan ekosistem digital yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Nezar.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut