Pulau Jawa Pengguna Internet Terbanyak di Indonesia, Penetrasi 85,95 Persen
JAKARTA, iNews.id - Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar pengguna internet di Indonesia pada 2026. Berdasarkan survei APJII, tingkat penetrasi internet di Jawa mencapai 85,95 persen.
Ketua Umum APJII, Muhammad Arif mengatakan kontribusi pengguna internet dari Pulau Jawa mencapai 58,24 persen dari total pengguna nasional.
Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 6,20 persen. Kemudian Sumatera memiliki penetrasi 78,24 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 20,74 persen.
Bali dan Nusa Tenggara mencatat penetrasi internet sebesar 78,14 persen dengan kontribusi pengguna 5,26 persen. Adapun Sulawesi berada di angka 72,58 persen dan kontribusi pengguna 6,62 persen.
Sedangkan wilayah Maluku dan Papua mencatat penetrasi internet sebesar 69,74 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 2,94 persen.
Arif mengatakan data tersebut menunjukkan pemerataan akses internet di Indonesia terus berkembang meski masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah.
“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurut Muhammad Arif, transformasi digital nasional perlu terus didukung melalui pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan internet, dan penguatan literasi digital masyarakat.
“Berdasarkan hasil survei terakhir dari APJII, saat ini Indonesia memiliki sekitar 287 juta penduduk. Dan untuk tahun 2026 ini, penetrasi internet Indonesia meningkat dibandingkan tahun 2025,” kata Arif.
Dari hasil survei yang dirilis, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 80,66 persen. Kondisi ini menunjukkan internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Arif.
Editor: Dani M Dahwilani