Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Coding Tetap Penting di Era AI, Ini Alasan Siswa Tak Bisa Bergantung pada Mesin
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi AI Berkembang di Indonesia, Digital Realty Perkuat Infrastruktur Pusat Data

Rabu, 22 April 2026 - 20:27:00 WIB
Teknologi AI Berkembang di Indonesia, Digital Realty Perkuat Infrastruktur Pusat Data
Teknologi AI berkembang, Digital Realty Bersama memperkuat fondasi infrastruktur pusat data di Indonesia. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Era teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence menjadi titik balik dalam transformasi digital. Teknologi ini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi mesin utama yang mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, manufaktur, hingga industri kreatif. 

Kemampuan AI dalam mengolah data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat membuat perusahaan berlomba-lomba mengadopsinya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun di balik masifnya perkembangan AI, terdapat peran krusial infrastruktur data center sebagai fondasi utama. 

Pusat data menjadi tempat penyimpanan, pengolahan, dan distribusi data yang menjadi “bahan bakar” bagi sistem AI. Tanpa dukungan data center yang kuat, stabil, dan terhubung secara global, performa AI tidak akan optimal, terutama untuk kebutuhan komputasi skala besar.

Kebutuhan terhadap data center pun mengalami lonjakan signifikan seiring berkembangnya teknologi seperti High-Performance Computing dan komputasi awan atau Cloud Computing. Beban kerja AI yang kompleks menuntut kapasitas daya tinggi, sistem pendingin canggih seperti liquid cooling, serta kemampuan pemrosesan data real-time dengan latensi rendah. Hal ini menjadikan data center modern tidak lagi sekadar tempat penyimpanan data, tetapi sebagai pusat ekosistem digital yang dinamis.

Menyikapi itu, Digital Realty Bersama terus memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional dengan menghadirkan layanan pusat data berstandar global. Perusahaan mengandalkan konsep carrier-neutral data center dengan layanan colocation dan interkoneksi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan transformasi digital yang kian masif.

Fasilitas CGK10 dan CGK11 menjadi tulang punggung layanan tersebut, didukung oleh platform manajemen layanan digital terbaru bernama ServiceFabric. Kehadiran teknologi ini memungkinkan konektivitas yang lebih mulus, pertukaran data yang cepat, serta pengelolaan beban kerja lintas ekosistem global.

Tak hanya itu, Digital Realty Bersama telah mengantongi sertifikasi Tier IV, level tertinggi dalam klasifikasi pusat data. Standar ini menjamin uptime hingga 99,995 persen dengan sistem cadangan penuh serta ketahanan terhadap gangguan, sehingga memberikan keamanan dan keandalan maksimal bagi pengguna.

Director of Business and Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan platform pusat data yang dapat diandalkan. “Melalui fasilitas kami yang telah tersertifikasi hingga Tier IV, kami menghadirkan fondasi digital paling kokoh dan aman di Indonesia saat ini. Kami tidak berhenti hanya pada infrastruktur fisik,” ujarnya, dalam press conference di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dia menambahkan, perusahaan akan meluncurkan ServiceFabric pada semester kedua 2026. Platform ini dirancang sebagai solusi interkoneksi generasi terbaru yang mengedepankan keamanan dan fleksibilitas.

“Platform terbuka ini mendorong ekosistem yang kolaboratif dan terhubung dengan baik, yang menjadi kunci dalam mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC). Dengan ServiceFabric, pelanggan dapat mengelola konektivitas secara mandiri dan menghubungkan infrastruktur lokal ke hub internasional dalam hitungan menit,” katanya.

ServiceFabric terintegrasi dengan PlatformDIGITAL, platform pusat data global milik Digital Realty. Pendekatan berbasis software-defined ini memungkinkan pengurangan hambatan geografis dan teknis dalam interkoneksi global, sehingga mempercepat komunikasi data yang aman dan efisien.

Dia menjelaskan keunggulan tersebut diperkuat dengan kehadiran node IIX-JK2 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia di fasilitas CGK11. Kehadiran hub internet nasional ini memastikan lalu lintas data lokal diproses dengan latensi rendah, memberikan performa optimal bagi pengguna di seluruh Indonesia.

Seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2026, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal semakin mendesak. Lonjakan penggunaan internet dan transaksi digital menjadi pendorong utama peningkatan investasi di sektor teknologi.

Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menilai kecerdasan buatan akan menjadi faktor utama perubahan lanskap bisnis. “Kami melihat AI sebagai katalis utama yang akan mengubah lanskap bisnis secara fundamental. Kami memastikan perusahaan di Indonesia memiliki jalur ekspansi yang lebih mudah untuk terhubung dengan ekosistem global,” ujarnya.

Dia menyebut, perusahaan juga menghadirkan teknologi pendukung seperti liquid cooling dan kolokasi berdensitas tinggi untuk menangani beban kerja AI dan HPC. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efisiensi jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing bisnis di tingkat global.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut