Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ridwan Hanif Edukasi Mahasiswa UNS soal Mobil Listrik di Autotech iNews Campus Connect
Advertisement . Scroll to see content

Ucup Klaten Bongkar Rahasia Konten Dijamin FYP di Creatorverse iNews Campus Connect UNS

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:54:00 WIB
Ucup Klaten Bongkar Rahasia Konten Dijamin FYP di Creatorverse iNews Campus Connect UNS
Diskusi konten FYP di ICC UNS. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

SURAKARTA, iNews.id – Konten yang tidak masuk FYP sering menjadi momok bagi para kreator pemula. Namun menurut konten kreator komedi Ucup Klaten dan kreator asal Yogyakarta Yusuf Adhitya Putratama, kondisi tersebut bukan alasan untuk menyerah dalam berkarya di media sosial.

Keduanya membagikan tips dan pengalaman mereka saat menjadi pembicara dalam sesi Creatorverse iNews Media Group Campus Connect (ICC) di Universitas Sebelas Maret, Kamis (21/5/2026).

Dalam pemaparannya, Ucup Klaten menjelaskan bahwa konten FYP sangat dipengaruhi algoritma media sosial yang terus berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, kreator harus mampu beradaptasi dan tetap konsisten membuat konten.

Menurut dia, konsistensi tidak selalu berarti harus mengunggah video setiap hari. Yang lebih penting adalah kualitas konten dan relevansinya dengan penonton.

“Jadi kalau untuk sekarang mungkin ya gak perlu yang konsisten banget setiap hari upload. Ya mungkin bisa sebulan sekali juga aman yang penting kualitas kontennya,” kata Ucup.

Dia menyarankan kreator pemula untuk fokus mencari ide yang benar-benar matang sebelum membuat konten. Dengan begitu, proses kreatif tidak terasa melelahkan hanya demi mengejar jumlah unggahan.

“Jadi kalau saran saya, menurut pengalaman saya, benar-benar kalau kita udah dapat ide yang bagus baru kita bikin. Jadi kita gak kayak yang capek harus setiap hari konten,” ujarnya.

Selain konsistensi, Ucup juga menyoroti pentingnya “hook” dalam video pendek. Menurut dia, tiga hingga empat detik pertama menjadi penentu apakah penonton akan lanjut menonton atau langsung melakukan scroll.

Hook, kata dia, bisa dibuat dalam berbagai bentuk menyesuaikan genre konten masing-masing kreator. Strategi ini dinilai sangat penting di era video pendek seperti TikTok, Reels Instagram, hingga YouTube Shorts.

“Menurut saya kalau sekarang itu yang penting kontennya itu ada hooknya di depan. Tipsnya kalau konten jaman sekarang itu harus ada hook di depan, sekitar 3 atau 4 detik untuk mempertahankan penonton itu agar gak skip,” ucapnya.

Ucup juga mengingatkan pentingnya memahami sudut pandang penonton sebelum membuat konten. Kreator perlu menempatkan diri sebagai audiens agar bisa mengetahui jenis tayangan yang menarik perhatian.

“Jadi TikTok atau short video kan, orang kalau nonton video kan langsung scroll. Scroll kalau gak menarik, scroll. Jadi tipsnya mungkin salah satu itu. Kita mau bikin konten, jadi kita menempatkan diri kita menjadi penonton dulu,” tambah dia.

Sementara itu, Yusuf Adhitya Putratama menilai kreator pemula tidak perlu terlalu terobsesi pada angka penonton atau jumlah viewers setelah mengunggah konten. Menurut dia, kebiasaan terus memantau performa konten justru membuat mental kreator cepat lelah.

Yusuf mengaku dirinya pernah menerapkan prinsip sederhana saat mulai menjadi kreator, yakni “posting, lupakan, lalu berserah diri”.

“Makanya setelah posting, lupakan, kemudian berserah diri, hasilnya itu bukan ranah kita. Nah hasil itu pasti ranah dari Tuhan yang menguasai,” tutur Yusuf.

Melalui sesi Creatorverse tersebut, para mahasiswa diajak memahami bahwa menjadi kreator konten bukan hanya soal viral atau FYP semata, tetapi juga tentang konsistensi, kreativitas, dan kemampuan memahami audiens di tengah persaingan media sosial yang semakin ketat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut