2025, Eropa Berencana Menambang Bulan
CALIFORNIA, iNews.id - Rencana pangkalan Eropa di bulan telah memasuki babak baru. European Space Agency (ESA) mengungkapkan telah membuat kesepakatan dengan pembuat roket ArianeGroup.
ESA bekerja sama dengan ArianeGroup untuk mengembangkan rencana pangkalan bulan yang bisa digunakan untuk menambang material dari permukaan bulan. Proyek ini akan memeriksa kemungkinan pergi ke bulan sebelum 2025 dan mulai bekerja di sana.
"Saat ESA dan lembaga lainnya bersiap untuk mengirim manusia kembali ke bulan, teknologi yang memanfaatkan bahan yang tersedia di luar angkasa dipandang sebagai kunci keberlanjutan dan batu loncatan dalam petualangan umat manusia ke Mars dan tata surya yang lebih jauh," kata badan antariksa tersebut, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Rabu (22/1/2019).
Dalam jangka panjang, kata ESA, sumber daya di luar angkasa bahkan bisa digunakan di bumi. Regolith merupakan bijih yang bisa mengekstrasi air dan oksigen, sehingga memungkinkan kehadiran manusia independen di bulan.
"Penggunaan sumber daya luar angkasa bisa menjadi kunci untuk eksplorasi bulan berkelanjutan dan studi ini merupakan bagian dari rencana komprehensif ESA menjadikan Europe mitra dalam eksplorasi global dalam dekade berikutnya," kata Director Human and Robotic Exploration di ESA David Parker.
Misi yang akan dijalankan ESA akan membuatnya bersaing ketat dengan Amerika Serikat (AS) dan China yang semua sedang mengembangkan misi bulan. Tahun lalu, NASA mengungkapkan rencana untuk membawa Amerika kembali ke bulan, tapi bergantung pada perusahaan swasta untuk menjalankan misinya.
NASA berencana untuk bekerja dengan sembilan perusahaan swasta, mulai dari yang kecil hingga besar seperti Lockheed Martin untuk mengembangkan lander dan sistem untuk menambang sumber daya alam di bulan.
Editor: Tuty Ocktaviany