4 Hewan Mampu Bereproduksi Tanpa Pejantan, Apa Saja?

Dini Listiyani ยท Senin, 26 Februari 2018 - 07:22 WIB
4 Hewan Mampu Bereproduksi Tanpa Pejantan, Apa Saja?

Komodo (Foto: List Verse)

JAKARTA, iNews.id - Kemampuan untuk bereproduksi tanpa pejantan yang disebut parthenogenesis ternyata lebih sering terjadi dibanding yang diperkirakan. Kemampuan itu ternyata tidak hanya dimiliki oleh tanaman, tapi juga hewan.

Di luar sana, ada beberapa hewan yang bisa bereproduksi tanpa bantuan dari pejantannya. Apa saja hewan tersebut? Berikut ini daftarnya yang iNews.id rangkum dari Listverse, Senin (26/2/2018).


Komodo
Komodo merupakan salah satu hewan unik yang dimiliki Indonesia. Reptil yang memangsa hewan besar ini tidak diketahui bereproduksi secara partenogenetis hingga 2005, saat spesimen di London Zoo bertelur setelah tidak memiliki kontak dengan jantan selama lebih dari dua tahun. Awalnya, diduga, komodo itu menyimpan sperma sampai butuh untuk digunakan, namun ini terbukti salah.

Hal sama juga terjadi pada berbagai komodo lainnya di penangkaran di seluruh dunia. Banyak telur yang menetas akhirnya berkelamin jantan. Mereka mencapai ini melalui sistem kelamin kromosom ZW mereka, yang berbeda dari sistem kromosom XY mamalia. Ketika seekor komodo masuk ke daerah terpencil, dia bisa menghasilkan keturunan laki-laki untuk dikawinkan. 


Cape Honey Bee
Ada 20.000 spesies lebah madu di seluruh dunia, namun hanya satu yang memiliki kemampuan untuk bereproduksi tanpa memerlukan lebah jantan. Cape honey bee atau Cape bee (Apis mellifera capensis) merupakan spesies Afrika Selatan yang mampu bereproduksi melalui proses thelytoky. Thelytoky ialah bentuk partenogenesis yang memungkinkan lebah pekerja untuk meletakkan diploid, telur betina. Lebah yang dihasilkan akan selalu menjadi bentina dan lahir tanpa sel telur yang dibuahi.



Kutu Air
Spesies yang paling umum dari kutu air, Daphnia pulex ditemukan di perairan di seluruh Amerika, Australia, dan Eropa memiliki perbedaan penting dalam ilmu kelautan. Spesies ini memiliki kemampuan untuk bereproduksi melalui proses disebut cyclical parthenogenesis, yang memungkinkannya bergantian antara reproduksi seksual dan aseksual.


Kalkun
Kalkun mampu bereproduksi melalaui parthenogenesis saat betina dipisahkan dari populasi laki-laki. Menariknya, kalkun betina yang ditempatkan di dalam jarak pendengaran jantan akan berkembang biak secara aseksual jauh lebih sering dibandingkan saat dia dijauhkan darinya. Proses ini memang jarang terjadi pada kalkun liar. Namun, telah diketahui terjadi di berbagai populasi dan jauh lebih umum terjadi pada populasi domestikasi di peternakan.

Editor : Dini Listiyani