5 Hal Aneh yang Terjadi pada Tubuh Astronot di Luar Angkasa, Salah Satunya Kehancuran Otot
JAKARTA, iNews.id - Kondisi luar angkasa berbeda dengan Bumi dan berpengaruh pada tubuh astronot. Ini dia hal aneh yang terjadi pada tubuh astronot di luar angkasa.
Fakta mengejutkan soal tubuh manusia di luar angkasa terungkap. Setelah pulang dari luar angkas, ditemukan sesuatu yang berbeda pada tubuh para astronot.
Penasaran apa saja yang akan terjadi pada tubuh manusia selama di luar angkasa? Berikut ini ulasannya.
1. Kehancuran Otot
Di orbit manusia tidak lagi membutuhkan otot untuk menopangnya. Tubuh dengan cepat beradaptasi, membersihkan dirinya dari jaringan yang tidak perlu.
Otot mulai atrofi, yang berarti mereka menjadi lebih kecil dan lemah. De-boned muscle bukan satu-satunya hal yang mulai menghilang di luar angkasa. Jika astronot tidak rutin berolahraga, mereka akan kehilangan kepadatan tulang.
2. Kulit Turun ke Bawah
Penjelajah luar angkasa akan berakhir dengan kaki yang sangat kurus. Menurut NASA ketika manusia berdiri di Bumi, darah mengalir ke kaki. Jantung harus bekerja ekstra keras melawan gravitasi untuk menggerakkan darah ke seluruh tubuh.
Di luar angkasa, tanpa tarikan gravitasi, darah mengalir ke tubuh bagian atas dan kepala.
3. Sistem Kekebalan Tertekan
Menurut studi 2014, sistem kekabalan astronot sangat terganggu di luar angkasa. Ahli studi biologi dan imunologi NASA radiasi, mikroba, stre, gaya berat mikro, perubahan siklus tidur, dan isolasi semuanya dapat berdampak pada sistem kekebalan anggota kru.
Jika situasi ini bertahan untuk misi luar angkasa yang lebih lama, itu mungkin dapat meningkatkan risiko infeksi, hipersensitivitas, atau masalah autoimun untuk astronot eksplorasi.
4. Tidak Terkoordinasi
Menyesuaikan kembali kehidupan di Bumi bisa sama rumitnya. Beberapa astronot telah melaporkan menjatuhkan sesuatu adlam upaya membiarkan mereka melayang di sekitar.
5. Tumbuh Tanpa Gravitasi
Pelancong luar angkasa sebenarnya tumbuh sekitar 3 persen lebih tinggi dalam enam bulan di International Space Station (ISS). Ini kerena di lingkungan tanpa gravitasi, tulang belakang bebas mengembang.
Mereka akan menyusut ke ketinggian normal merea setelah kembali ke Bumi selama beberapa bulan.
Editor: Dini Listiyani