5 Tren Teknologi Masa Depan Bakal Eksis di Tempat Kerja
JAKARTA, iNews.id - Lenovo (HKSE: 992) (ADR: LNVGY) melaporkan pergeseran penting yang akan mendorong tren teknologi pada 2018 dan beberapa tahun ke depan.
Dalam IDC InfoBrief, Enabling the Future Workspace - Agile, Intelligent, and Engaging, yang digelar Lenovo, diprediksi demografi tempat kerja yang terus berubah dan adopsi teknologi sangat cepat dapat memicu perubahan mendasar di tempat kerja dan cara kerja.
“Ini masa yang menarik bagi penggemar kemajuan teknologi. Bahkan, kami yakin sekarang kita bukan hanya di titik puncak, di mana pergeseran demografi dan teknologi yang mudah diakses akan mendorong perubahan cepat dalam cara kerja kita beberapa tahun ke depan,” ujar Country General Manager, Lenovo Indonesia, Budi Janto, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Sabtu (16/12/2017).
“Namun, pemimpin bisnis jangan berkecil hati melihat perubahan ini. Agar dapat selamat dan maju di era ini, perusahaan harus menciptakan fondasi untuk tempat kerja yang cerdas. Ini berarti berinvestasi di transformasi kecerdasan yang memungkinkan teknologi personalised computing dan inovasi, seperti PCaaS, artificial intelligence, sinergi antar perangkat dan AR. Ini krusial untuk memenuhi kebutuhan pengguna masa kini dan masa depan,” lanjutnya.
IDC InfoBrief menemukan bahwa generasi millenial di Asia, yang akan mengisi lebih dari 50 persen tenaga kerja pada 2020, bakal mendorong transformasi di tempat kerja seluruh Asia Pasifik, kecuali Jepang. Keahlian generasi millenial terhadap teknologi, digabungkan dengan tekad perusahaan untuk meningkatkan daya saing, akan mendorong pengadopsian alat untuk mengakselerasi inovasi, seperti AR dan VR, cognitive/artificial intelligence (AI) dan robotik.
Hal ini menimbulkan perilaku dan praktik baru, terutama dalam tampilan antarmuka di perangkat manusia, kolaborasi, talent practices, visualisasi, dan wawasan yang didorong data.
IDC InfoBrief memprediksi Asia Pasifik (kecuali Jepang) mewakili pasar terbesar untuk akselerator inovasi, yang diperkirakanlebih dari USD600 miliar pada 2020. Perubahan ini akan menghasilkan norma baru di Asia Pasifik; mulai dari pendekatan untuk membeli perangkat, cara berkolaborasi, hingga bagaimana mendapatkan dan berinteraksi dengan data.
Berikut lima tren teknologi masa depan di tempat kerja berdasarkan temuan IDC InfoBrief:
1. Pada 2019, sebanyak 20 persen dari 1.000 perusahaan di Asia akan mengadopsi device as a service (DaaS) dan 1 persen akan bertransisi sepenuhnya ke DaaS.
2. Dalam 2 tahun ke depan, sebanyak duapertiga perangkat Windows 10 (PC dan tablet) akan diatur melalui platform unified endpoint management (UEM) dan satu dari tiga perusahaan akan mengkonsolidasi tim desktop dan manajemen mobile-nya ke dalam satu unit operasional.
3. Tahun berikutnya, sebanyak 40 persen inisiatif transformasi digital akan didukung kemampuan kognitif/AI, menyediakan wawasan secara on-time untuk model operasional dan monetisasi baru.
4. Pada 2020, sebanyak 1.000 perusahaan di Asia akan menggunakan inovasi terbuka untuk mengalokasi keahlian 15 persen dari proyek baru, bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pengenalan produk mereka sebesar lebih dari 50 persen.
5. Pada tahun yang sama, lebih dari 20% pekerja informasi akan memanfaatkan AR di desktop atau mobile untuk memanipulasi informasi digital, berinteraksi dengan obyek di dunia nyata, dan berkolaborasi dengan mitra kerja.
Editor: Dani M Dahwilani