Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya
Advertisement . Scroll to see content

Alasan Ilmiah Potongan Kertas Bisa Bikin Tangan Anda Terluka

Senin, 19 Februari 2018 - 10:05:00 WIB
Alasan Ilmiah Potongan Kertas Bisa Bikin Tangan Anda Terluka
Tangan Tergores (Foto: Flickr)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Siapa yang menyangka jika secarik kertas bisa melukai tangan Anda, meski luka yang ditinggalkan tidak begitu serius. Namun, apa sebenarnya yang membuat secarik kertas bisa melukai tangan Anda?

Ternyata, penyebabnya adalah ujung urat saraf Anda. Ya, manusia memang memiliki lebih banyak reseptor rasa sakit di ujung jari dibandingkan tempat lain di dalam tubuh.

"Ujung jari ialah bagaimana kita menjelajahi dunia, bagaimana kita melakukan tugas kecil yang rumit," kata ahli dermatologi Hayley Goldbach dari University of California, Los Angeles.

"Jadi masuk akal kalau kita memiliki ujung saraf di sana, ini semacam mekanisme keamanan," katanya lebih lanjut sebagaimana dikutip iNews.id dari Science Alert, Senin (19/2/2018).

Ujung saraf ini disebut nociceptors dan mereka memperingatkan otak- melalui sensasi rasa sakit- tentang suhu tinggi, bahkan kimia berbahaya, dan tekanan yang bisa menghancurkan kulit.

Meski begitu, beberapa kesalahan juga terletak pada kertas itu juga. Tepi kertas tidak semulus yang terlihat dari kejauhan, dan bisa meninggalkan jejak luka pada kulit, bukan goresan yang bagus.

Pada akhirnya, potongan kertas biasanya tidak cukup dalam mengaktifkan mekanisme pertahanan alami tubuh- seperti pembekuan darah- sehingga saraf ujung yang terbuka di jari-jari dibiarkan menganga.

Tidak hanya itu, luka yang terbuka tertekuk dan kaku setiap kali tangan digunakan hingga kulitnya diperbaiki.

Untuk membantu ini, para ilmuwan menggunakan pengetahuan mereka tentang tubuh manusia untuk mengedukasi.

"Kami bisa menggunakan pengetahuan kita tentang anatomi manusia untuk membantu kita di sini. Ini soal anatomi," kata Goldbach.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut