Astronom Temukan Galaxy Lebih Muda dari Bima Sakti
JAKARTA, iNews.id - Sekelompok astronom terkejut dengan temuan barunya. Mereka menemukan galaksi mirip Bima Sakti dengan usia di luar dugaan jauh lebih muda.
Dilansir dari IFL Science Minggu (12/11/2023), menggunakan teleskop VISTA ESO di Observatorium Paranal, para astronom berhasil mengidentifikasi keberadaan galaksi Ceers-2112 yang usianya hanya 2 miliar tahun dari Big Bang. Padahal, dibutuhkan sekitar 7 miliar tahun untuk menghasilkan galaksi seperti Bima Sakti.
Sebelumnya, astronom memperkirakan galaksi spiral seperti Bima Sakti tidak akan terlihat sebelum alam semesta berusia setengah dari umurnya saat ini (13,8 miliar tahun). Namun, proses pembentukan ceers-2112 jauh lebih cepat.
“Galaksi ini, bernama Ceers-2112, terbentuk segera setelah Big Bang. Penemuan Ceers-2112 menunjukkan bahwa galaksi-galaksi di alam semesta awal mungkin memiliki keteraturan seperti Bima Sakti," ujar Dr Alexander de la Vega dari University of California.
“Batang pada Ceers-2112 menunjukkan bahwa galaksi menjadi matang dan tersusun jauh lebih cepat dari yang kita perkirakan sebelumnya, yang berarti beberapa aspek teori pembentukan dan evolusi galaksi kita perlu direvisi," katanya.
Ceers-2112 menunjukkan galaksi mungkin tidak memerlukan waktu miliaran tahun untuk menjadi galaksi spiral yang teratur dan berperilaku baik. Untuk galaksi ini, batangnya mungkin telah terbentuk hanya dalam waktu 400 juta tahun dan piringan bintangnya mungkin sudah berada di tempatnya lebih dari 12 miliar tahun yang lalu.
Ceers-2112 merupakan nenek moyang terdekat dengan Bima Sakti yang ditemukan pada 4 miliar tahun pertama alam semesta dan penemuannya akan mengubah teori dan observasi yang dalam hal ini dilakukan oleh JWST.
“Model teoritis pembentukan dan evolusi galaksi perlu mempertimbangkan beberapa galaksi yang menjadi cukup stabil untuk menampung galaksi pada awal sejarah alam semesta. Model-model ini mungkin perlu menyesuaikan berapa banyak materi gelap yang membentuk galaksi di alam semesta awal, karena materi gelap diyakini mempengaruhi laju pembentukan batangan,” ujar de la Vega.
Penemuan Ceers-2112 menunjukkan struktur seperti batangan dapat dideteksi ketika alam semesta masih sangat muda. Hal ini penting karena galaksi di masa lalu berukuran lebih kecil dibandingkan sekarang, sehingga membuat pencarian batang menjadi lebih sulit. Penemuan Ceers-2112 membuka jalan bagi para astronom untuk semakin mengenal alam semesta.
Editor: Ismet Humaedi