Cari Kehidupan, Pesawat Luar Angkasa Kecil Diarahkan ke Alpha Centauri
MOSKOW, iNews.id - Kehidupan di luar bumi masih menjadi daya tarik sendiri bagi para ilmuwan. Berbagai macam upaya dilakukan para ilmuwan untuk membuktikan adanya kehidupan di luar bumi.
Untuk mencari kehidupan di luar bumi, para miliarder Rusia, mantan direktur NASA Ames Research Center, sekelompok engineer, serta ahli fisika high-level membuat gagasan bernama Breakthrough Starshot.
Mereka berharap bisa mengirim ratusan pesawat luar angkasa kecil ke sistem bintang Alpha Centauri untuk memeriksa tanda-tanda kehidupan di sana. Rencana itu merupakan tantangan rekayasa monumental yang membutuhkan lompatan besar dalam teknologi untuk mendesain pesawat luar angkasa, tenaga penggerak, dan komunikasi.
Tapi jika Breakthrough Starshot sukses, para ilmuwan akan mendapatkan snapshot dari solar system Alpha Centauri sejauh empat tahun cahaya (30-40 tahun dari sekarang). Selain itu, para ilmuwan juga kemungkinan mendapatkan ide yang lebih baik tentang kehidupan di alam semesta.
"Ini menjawab salah satu pertanyaan mendasar manusia, ‘Apakah kita sendirian?" kata Executive Director Breakthrough Starshot S. Pete Worden yang telah mengelola pusat NASA Ames di California selama sembilan tahun.
"Jika kita menemukan planet pembawa kehidupan yang mengorbit sistem bintang di dekatnya, itu merupakan salah satu penemuan paling mendasar sepanjang masa," ujarnya, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (5/9/2018).
Starshot bukanlah jenis misi luar angkasa yang Anda kenal. Misi ini tidak akan menggunakan roket raksasa untuk mendorong pesawat luar angkasa.
Sebagai gantinya, Breakthrough Starshot berencana menggunakan array laser berbasis bumi untuk menembakkan armada pesawat antariksa yang hampir tanpa bobot. Pesawat luar angkasa ini bisa seberat tiga hingga 12 kaki.
Lalu, seberapa cepat pesawat ringan ini melakukan perjalanan? Sebuah pesawat luar angkasa Starshot bisa bergerak dengan kecepatan cahaya kelima (134 juta mil per jam) untuk mencapai tiga bintang sistem Alpha Centauri hanya dalam waktu 20 tahun. Sebagai perbandingan, New Horizon membutuhkan waktu selama sembilan setengah tahun untuk mencapai Pluto.
Editor: Tuty Ocktaviany